Lili Reinhart Tinggalkan Bayang-Bayang Riverdale, Beralih ke The Love Hypothesis
Baca dalam 60 detik
- Lili Reinhart mengaku butuh peran yang menantang setelah tujuh tahun membintangi Riverdale.
- Aktris 30 tahun itu menerima tawaran The Love Hypothesis karena novelnya sudah punya basis penggemar besar.
- Keputusan ini menandai strategi baru bintang muda Hollywood dalam memilih proyek di tengah ketidakpastian industri film.

Lili Reinhart secara terbuka membahas arah kariernya pasca-Riverdale. Aktris yang memerankan Betty Cooper selama tujuh musim itu mengungkapkan bahwa ia sengaja mencari proyek independen untuk memperluas kemampuan aktingnya. Namun, ia kemudian menerima tawaran membintangi The Love Hypothesis, adaptasi dari novel laris karya Ali Hazelwood yang terbit pada 2021.
Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter, Reinhart menjelaskan bahwa setelah terikat kontrak dengan serial remaja populer, ia merasa perlu keluar dari zona nyaman. "Saya sempat mengerjakan film dan televisi independen setelah Riverdale, karena ketika Anda melakukan sesuatu yang sangat komersial selama bertahun-tahun, Anda ingin berkembang sebagai aktor," ujarnya. Pernyataan ini menyiratkan bahwa keputusan tersebut bukan sekadar soal gengsi, melainkan kebutuhan artistik.
Meski begitu, Reinhart tidak menampik daya tarik proyek yang sudah memiliki penggemar setia. Menurutnya, di tengah industri film yang penuh ketidakpastian, memiliki jaminan bahwa penonton sudah peduli pada materi sumber adalah keuntungan tersendiri. "Saya ingin menjadi bagian dari sesuatu yang dicintai. Itu suatu kehormatan," tambahnya. Ia mengaku pertama kali membaca novel The Love Hypothesis saat berada di Festival Film Venesia dan langsung terkesan dengan alur ceritanya.
Reinhart juga mengungkapkan bahwa ia sempat enggan membintangi komedi romantis lagi. Namun, pengalaman syuting Look Both Ways pada 2021 membuatnya berubah pikiran. "Saya belum membuat rom-com selama beberapa tahun, tetapi saya menikmati prosesnya. Saya suka dinamika karakter dan alur lambat dalam cerita itu," jelasnya. Kombinasi antara materi sumber yang kuat dan pengalaman positif sebelumnya akhirnya meyakinkannya untuk menerima peran di The Love Hypothesis.
"Ada sesuatu yang istimewa ketika mengerjakan proyek yang sudah memiliki basis penggemar kuat. Orang-orang sudah peduli, dan itu sangat menghibur sebagai aktor." โ Lili Reinhart
Bagi industri hiburan Indonesia, langkah Reinhart mencerminkan tren yang mulai terlihat di kalangan aktor muda Tanah Air. Setelah lama terikat sinetron atau serial web dengan rating tinggi, sejumlah bintang memilih film independen atau proyek OTT untuk mengasah kemampuan. Fenomena ini sejalan dengan pertumbuhan platform streaming lokal yang menawarkan ruang eksperimen lebih luas. Namun, daya tarik adaptasi novel populer juga semakin kuat, seperti terlihat dari banyaknya judul novel Wattpad atau karya penulis Indonesia yang diangkat ke layar.
Keputusan Reinhart untuk kembali ke genre komedi romantis setelah mencoba peran dramatis menunjukkan bahwa aktor tidak selalu harus meninggalkan akar komersialnya. Strategi ini bisa menjadi pelajaran bagi pelaku industri dalam negeri: mengombinasikan proyek komersial yang sudah punya penggemar dengan peran menantang di film independen. Dengan begitu, aktor dapat memperluas jangkauan sekaligus menjaga relevansi di pasar yang kompetitif.
Ke depan, apakah The Love Hypothesis akan sukses seperti novelnya? Jika ya, Reinhart mungkin akan semakin sering membintangi adaptasi buku laris. Sebaliknya, jika gagal, ia bisa kembali ke jalur independen yang sempat ia rintis. Yang jelas, pilihannya kali ini menegaskan bahwa aktor muda Hollywood semakin sadar akan pentingnya mengelola karier jangka panjang, bukan sekadar mengejar proyek besar sesaat.



