Janji Herdman Setelah Piala AFF: Garuda Siap Bangkit di FIFA ASEAN Cup
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia harus rela tersingkir dari Piala AFF 2026 setelah ditahan imbang 1-1 oleh Singapura, gagal melaju ke semifinal.
- Pelatih John Herdman berkomitmen untuk membenahi kekurangan tim dan kembali dengan semangat baru, dengan fokus pada pengendalian emosi dan disiplin taktik.
- Indonesia akan kembali bertemu Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada September-Oktober, sebagai ajang pembuktian.

Setelah gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026, pelatih tim nasional Indonesia, John Herdman, buka suara dengan janji perombakan besar-besaran. Kekalahan tipis dari Singapura di laga pamungkas grup menjadi titik balik yang memaksanya untuk mengevaluasi ulang seluruh skuad Garuda.
Herdman menegaskan bahwa timnya akan kembali dengan semangat yang benar-benar baru. "Kami akan membenahi semua itu dan kembali dengan semangat baru, benar-benar semangat yang baru," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu. Pernyataan ini muncul setelah timnya harus puas berbagi angka 1-1 dengan Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8).
Meski hasil imbang itu terasa pahit, Herdman enggan memperpanjang polemik soal kepemimpinan wasit. Ia memilih fokus pada evaluasi internal, mengakui bahwa Singapura tampil dengan pertahanan yang sangat terorganisir. "Kami memiliki cukup peluang untuk memenangkan pertandingan itu. Kami memiliki cukup penguasaan bola, cukup kontrol, dan terkadang dewa sepak bola tidak akan memberi apa yang kami inginkan," katanya, mencoba merasionalisasi hasil yang mengecewakan.
Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi publik sepak bola Indonesia yang menargetkan gelar juara. Namun, Herdman meminta kesabaran. Ia berharap trofi pertamanya bersama timnas bisa segera terwujud di turnamen-turnamen mendatang. "Saya berharap semua pihak bersabar menantikan trofi pertama timnas di bawah asuhannya," katanya, menegaskan bahwa proses pembangunan tim tidak bisa instan.
Setelah Piala AFF, perhatian langsung tertuju pada FIFA ASEAN Cup yang akan digelar pada September-Oktober 2026. Herdman menyebut ajang ini sebagai kesempatan emas bagi Skuad Garuda untuk berkembang lebih baik. Yang menarik, Indonesia kembali dipertemukan dengan Singapura di Grup A, bersama Malaysia dan India. Pelatih asal Inggris itu bahkan sudah tidak sabar untuk bertemu lagi dengan lawan yang sama. "Saya sudah tidak sabar untuk kembali menghadapi Singapura. Saat itu pasti akan tiba," tegasnya.
Salah satu pelajaran terpenting yang dipetik dari kegagalan ini, menurut Herdman, adalah pengendalian emosi dan fokus. Ia menilai para pemain, yang dipimpin Tom Haye, sudah berusaha maksimal, hanya saja belum berhasil mencetak gol kedua yang menentukan. "Hal-hal (kesalahan kecil) itu tidak akan lagi kita lihat pada turnamen mendatang," janjinya, mengindikasikan adanya perbaikan disiplin yang signifikan.
PSSI sendiri telah mengumumkan akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah kegagalan ini. Pertanyaan besarnya, apakah evaluasi tersebut akan berujung pada perubahan struktur tim pelatih atau hanya penyegaran materi pemain? Dengan waktu persiapan yang relatif singkat menuju FIFA ASEAN Cup, keputusan cepat dan tepat dari federasi menjadi krusial. Jika tidak, mimpi untuk melihat Indonesia bersaing di level tertinggi Asia Tenggara akan terus tertunda.



