6 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Akun Anda Sulit Dibobol Peretas
Baca dalam 60 detik
- Memperbarui perangkat lunak dan menggunakan kata sandi unik adalah langkah awal yang efektif untuk mencegah peretasan.
- Otentikasi dua faktor dan pengelola kata sandi menambah lapisan keamanan tanpa perlu keahlian teknis.
- Membatasi informasi pribadi di media sosial dan berhati-hati terhadap tautan mencurigakan dapat mengurangi risiko penipuan siber.

Ancaman siber kini semakin merajalela, mulai dari penipuan hingga pencurian data yang menyasar pengguna internet sehari-hari. Menurut laporan terbaru, serangan siber meningkat 30% dalam setahun terakhir, dengan korban terbanyak adalah individu yang kurang waspada. Namun, ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat melindungi Anda tanpa memerlukan pengetahuan teknis mendalam.
Pertama, jangan pernah menunda pembaruan perangkat lunak. Pembaruan sering kali berisi tambalan celah keamanan yang bisa dieksploitasi peretas. Data dari perusahaan keamanan siber menunjukkan bahwa 60% serangan berhasil pada perangkat yang tidak diperbarui. Segera instal pembaruan begitu notifikasi muncul, baik di ponsel maupun komputer.
Kedua, gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun. Hindari kombinasi mudah seperti "12345" atau tanggal lahir. Sebuah studi mengungkap bahwa 80% pelanggaran data disebabkan oleh kata sandi yang lemah. Manfaatkan generator kata sandi gratis atau pengelola kata sandi seperti 1Password, Bitwarden, atau NordPass yang menawarkan keamanan ekstra dengan biaya terjangkau, sekitar Rp45.000 per bulan.
Selanjutnya, aktifkan otentikasi dua faktor (2FA) di semua akun penting. Metode ini memerlukan verifikasi tambahan, seperti kode SMS atau aplikasi autentikator, sehingga meskipun kata sandi Anda bocor, akses tetap terblokir. Sayangnya, kesadaran akan 2FA di Indonesia masih rendah. Menurut survei Kaspersky, hanya 30% pengguna yang mengaktifkannya.
Waspadai tautan mencurigakan yang dikirim melalui email, pesan teks, atau media sosial. Jangan tergoda untuk mengklik; alih-alih, kunjungi situs resmi secara langsung. Peretas sering menggunakan tautan palsu untuk mencuri informasi atau menyebarkan malware. Jika ragu, arahkan kursor ke tautan untuk melihat pratinjau URL di browser.
Menggunakan VPN juga dapat meningkatkan privasi online. VPN menyembunyikan alamat IP Anda dan mengenkripsi data, sehingga aktivitas Anda sulit dilacak oleh penyedia layanan internet atau situs web. Meskipun ada VPN gratis, layanan berbayar seperti NordVPN atau ExpressVPN menawarkan fitur tambahan seperti pemblokir iklan dan pemindai virus.
Terakhir, bijaklah dalam membagikan informasi pribadi di media sosial. Semakin banyak detail yang Anda ungkap, semakin mudah bagi penipu untuk menebak kata sandi atau melancarkan serangan social engineering. Batasi visibilitas postingan hanya untuk teman, dan pertimbangkan untuk tidak memublikasikan informasi sensitif seperti nama hewan peliharaan atau tanggal lahir.
"Peretas tidak perlu menjadi jenius; mereka hanya memanfaatkan kelalaian kecil yang kita anggap remeh," ujar pakar keamanan siber dari lembaga riset independen, dalam sebuah wawancara.
Dengan menerapkan kebiasaan ini, Anda tidak hanya melindungi diri sendiri tetapi juga berkontribusi pada ekosistem digital yang lebih aman. Di Indonesia, kesadaran akan keamanan siber masih perlu ditingkatkan, terutama dengan meningkatnya transaksi online. Mulailah dari langkah kecil hari ini, sebelum menjadi korban berikutnya.



