Tiga Hari Menuju Kick-off, Malaysia Coret Sergio Aguero dan Dua Pemain Lain
Baca dalam 60 detik
- Tan Cheng Hoe mencoret Sergio Aguero, Romel Morales, dan Faris Danish Asrul dari skuad Malaysia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 karena cedera.
- Sergio Aguero yang dijadwalkan bergabung dengan PSM Makassar musim depan masih berkutat dengan cedera hamstring sejak Agustus 2026.
- Keputusan ini memaksa Malaysia memanggil tiga pengganti dan berpotensi mengubah peta kekuatan Grup B yang juga dihuni Indonesia.

Kurang dari 72 jam sebelum pertandingan perdana FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Malaysia melakukan perombakan mendadak pada daftar pemainnya. Pelatih Tan Cheng Hoe memutuskan mencoret tiga nama—Sergio Aguero, Romel Morales, dan Faris Danish Asrul—karena ketiganya masih menjalani pemulihan cedera. Sebagai gantinya, Syahir Bashah (Selangor FC), Paulo Josue (Kuala Lumpur City FC), dan Harith Haiqal Adam Afkar (Selangor FC) dipanggil untuk mengisi kekosongan.
Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi Harimau Malaya, terutama karena Sergio Aguero adalah pemain naturalisasi yang sempat diandalkan sebagai motor serangan. Cedera hamstring yang dideritanya pada 19 Agustus 2026, saat membela Malaysia melawan Vietnam di semifinal leg kedua Piala AFF 2026, ternyata belum pulih sepenuhnya. Padahal, publik sepak bola Indonesia sudah menanti aksinya, terutama karena Aguero akan bergabung dengan PSM Makassar pada musim 2026/2027.
Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, mengaku telah berkomunikasi dengan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengenai kondisi Aguero. Menurutnya, pemain tersebut belum bisa berlari dan sama sekali belum merumput bersama PSM. "Saya juga tidak berharap Sergio dimainkan di Timnas Malaysia dalam kondisi seperti itu. Tapi Malaysia punya hak memanggilnya di FIFA Match Day," ujar Kalezic.
"Kami sudah berhubungan dengan FAM tentang kesehatan dan situasi dia. Sergio Aguero masih belum bisa berlari, dan karena masalah ini PSM belum bisa memainkannya," kata Darije Kalezic.
Bagi Malaysia, kehilangan Aguero mengurangi daya gedor di lini depan. Namun, keputusan ini juga menyelamatkan PSM dari risiko kehilangan pemain kunci di awal musim. Klub-klub Liga 1 Indonesia kerap menghadapi dilema serupa ketika pemain asingnya dipanggil negara untuk turnamen resmi. Kalezic menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memaksakan Aguero tampil sebelum benar-benar fit.
Di sisi lain, FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Indonesia—dengan salah satu titik promosi di Sarinah, Jakarta Pusat—menjadi panggung bergengsi bagi tim-tim Asia Tenggara. Malaysia tergabung di Grup B bersama Indonesia, Vietnam, dan Kamboja. Dengan komposisi yang berubah, Tan Cheng Hoe dituntut cepat meracik strategi baru. Paulo Josue, gelandang naturalisasi asal Brasil yang memperkuat Kuala Lumpur City FC, diprediksi menjadi pengganti utama untuk mengisi kreativitas di lini tengah.
Pergantian ini juga membuka peluang bagi pemain muda seperti Harith Haiqal Adam Afkar untuk unjuk gigi. Namun, pengalaman bertanding di level internasional tetap menjadi pertanyaan besar. Malaysia akan menghadapi ujian berat, terutama saat bersua Indonesia di laga yang diprediksi menjadi penentu siapa yang berhak melaju ke babak berikutnya.
Bagi Indonesia, absennya Aguero bisa menjadi keuntungan tak langsung. Lini belakang Timnas Indonesia tidak perlu terlalu mengkhawatirkan sosok yang sempat mencetak gol ke gawang Vietnam itu. Meski demikian, Malaysia masih memiliki pemain-pemain berbahaya lain seperti Romel Morales—yang juga absen—sehingga kekuatan mereka tetap harus diwaspadai.
FIFA ASEAN Cup 2026 bukan sekadar turnamen regional. Ajang ini menjadi tolok ukur persiapan menuju kualifikasi Piala Dunia 2030 dan Piala Asia. Bagi Malaysia, hasil di turnamen ini akan menentukan arah pembinaan jangka panjang. Sementara bagi Indonesia, menjadi tuan rumah adalah kesempatan emas untuk menunjukkan kualitas infrastruktur dan manajemen sepak bola.
Dengan waktu tersisa tiga hari, Tan Cheng Hoe harus memastikan para pengganti bisa beradaptasi cepat. Pertanyaannya, apakah Malaysia mampu mengatasi krisis cedera ini, atau justru menjadi titik lemah yang dieksploitasi lawan? Jawabannya akan terlihat di lapangan, dan Indonesia berharap bisa memanfaatkannya.



