Singapura Andalkan Duet Harris Harun-Jacob Mahler di Lini Belakang, Timnas Indonesia Diminta Waspada
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia akan menghadapi Singapura pada laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (25/9/2026).
- Pelatih Gavin Lee diprediksi mempertahankan formasi empat bek dengan duet Harris Harun dan Jacob Mahler sebagai tembok pertahanan.
- Singapura hanya kebobolan enam gol dalam enam laga terakhir, menjadi ujian serius bagi efektivitas lini serang Indonesia.

Timnas Indonesia harus mewaspadai kekuatan lini belakang Singapura jelang laga pembuka Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam WIB. Pasukan Gavin Lee dikenal memiliki pertahanan solid dengan duet Harris Harun dan Jacob Mahler sebagai poros utama.
Singapura datang dengan modal catatan impresif: hanya kebobolan enam gol dalam enam pertandingan terakhir. Pelatih Gavin Lee, yang menangani The Lions sejak 2024, membawa 23 pemain dengan komposisi bek berpengalaman. Nama-nama seperti Irfan Najeeb, Ryhan Stewart, Nur Adam Abdullah, Raoul Suhaimi, Lionel Tan, dan Safuwan Baharudin melengkapi sektor pertahanan. Kehadiran Safuwan, yang kini memperkuat Selangor FC, menambah pengalaman dengan 133 caps, sedangkan Harris Harun telah mengoleksi 155 penampilan dan menjadi kapten tim.
Pada pertemuan terakhir di Piala AFF 2026, kedua tim bermain imbang 1-1. Saat itu, Gavin Lee menerapkan skema empat bek dengan Lionel Tan di kiri, Adam Abdullah di kanan, serta Harris Harun dan Jacob Mahler sebagai bek tengah. Formasi itu sukses meredam serangan Indonesia dan membawa Singapura lolos ke semifinal. Kemungkinan besar komposisi serupa akan kembali diturunkan, dengan opsi memasukkan Ryhan Stewart di babak kedua untuk menyegarkan sisi sayap.
Bagi Timnas Indonesia, laga ini menjadi ujian awal untuk mengukur ketajaman lini serang asuhan pelatih baru. Kualitas pertahanan Singapura yang rapat dan disiplin menuntut kreativitas serta kecepatan dalam membongkar blok pertahanan. Dukungan suporter di Gelora Bung Karno bisa menjadi faktor pendorong, tetapi tekanan untuk meraih tiga poin di kandang tetap besar.
"Kami menghormati Singapura, tetapi kami fokus pada kekuatan sendiri. Laga pertama selalu penting untuk membangun momentum," ujar asisten pelatih Timnas Indonesia dalam sesi latihan tertutup, seperti dikutip dari keterangan resmi PSSI.
Secara taktik, Gavin Lee dikenal fleksibel. Ia sering mengubah pendekatan di babak kedua, termasuk menarik keluar Lionel Tan dan memasukkan Ryhan Stewart untuk menambah kecepatan. Strategi itu terbukti ketika Singapura menang 2-1 di markas Thailand pada leg kedua semifinal Piala AFF 2026. Indonesia perlu mengantisipasi perubahan ritme tersebut, terutama jika laga berjalan ketat hingga menit akhir.
Konteks Indonesia: Hasil laga ini akan memengaruhi kepercayaan diri tim dan persepsi publik terhadap program pembinaan. Kemenangan atas Singapura tidak hanya memberi poin penuh, tetapi juga menjadi sinyal kesiapan Indonesia bersaing di level regional. Sebaliknya, hasil buruk bisa memicu tekanan pada jajaran pelatih dan pemain menjelang laga-laga berikutnya.
Dengan kualitas pertahanan Singapura yang solid, pertanyaan besarnya: mampukah Indonesia menembus rapatnya duet Harris Harun-Jacob Mahler dan memanfaatkan celah sekecil apa pun? Jawabannya akan terlihat di lapangan, Jumat malam.



