Petinju Inggris Raven Chapman Dipulangkan ke Rumah Setelah Dua Operasi Otak: Perjalanan Pemulihan yang Menyentuh
Baca dalam 60 detik
- Raven Chapman, petinju kelas bulu asal Inggris, akan kembali ke tanah air minggu depan setelah menjalani dua operasi otak akibat pendarahan yang dideritanya saat latihan di Denmark.
- Insiden pada 24 Juli lalu membuatnya koma dan memicu gelombang dukungan publik, dengan donasi lebih dari ยฃ88.000 terkumpul untuk biaya pemulihannya.
- Kepulangannya ke Inggris menjadi tonggak penting, meski perjalanan pemulihan masih panjang dan membutuhkan perawatan intensif.

Raven Chapman, petinju profesional asal Inggris yang mengalami pendarahan otak setelah sesi latih tanding di Denmark, dijadwalkan terbang pulang ke Inggris pada pekan depan. Kabar ini disampaikan manajemennya, Vote Boxing, menyusul keberhasilan operasi kedua yang dijalaninya. Kepulangan ini menjadi secercah harapan di tengah perjuangan panjang sang atlet untuk pulih.
Chapman, yang berusia 32 tahun, kolaps pada 24 Juli lalu setelah sesi sparring dan segera dilarikan ke rumah sakit dengan helikopter. Diagnosis menunjukkan ia mengalami hematoma otak dan edema serebral, kondisi yang mengancam nyawa. Operasi darurat pertama dilakukan untuk menghentikan pendarahan, dan ia pun ditempatkan dalam koma medis untuk mengurangi tekanan pada otak.
Kini, setelah operasi kedua yang dinyatakan sukses, kondisi Chapman dinilai cukup stabil untuk melakukan perjalanan pulang. "Ini menandai langkah penting lain dalam pemulihannya sekaligus membuatnya lebih aman untuk terbang kembali ke Inggris," demikian pernyataan resmi Vote Boxing. Jika semuanya berjalan sesuai harapan, Chapman akan melanjutkan pemulihan di tengah keluarga dan orang-orang tercinta di Inggris.
Kabar ini tentu melegakan banyak pihak, terutama penggemar tinju yang mengikuti perjuangan Chapman. Petinju kelahiran Norwich ini memiliki rekor 10 kemenangan dan 2 kekalahan. Namanya sempat melambung saat menantang Skye Nicolson untuk gelar kelas bulu WBC pada Oktober 2024, dalam laga yang menjadi pertarungan perebutan gelar wanita pertama yang digelar di Arab Saudi.
Di tengah beratnya ujian ini, dukungan publik mengalir deras. Sebuah penggalangan dana di GoFundMe yang digagas untuk biaya rehabilitasi Chapman telah mengumpulkan lebih dari ยฃ88.000. Vote Boxing menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas segala dukungan, doa, dan kebaikan yang diterima Chapman dan keluarganya. "Kemurahan hati dan dukungan Anda lebih berarti dari yang bisa diungkapkan dengan kata-kata," tulis mereka.
Peristiwa ini menyoroti risiko yang dihadapi atlet tinju, terutama dalam sesi latihan yang kerap dianggap lebih aman daripada pertarungan resmi. Cedera kepala seperti yang dialami Chapman menjadi pengingat akan pentingnya protokol keselamatan dan pengawasan medis yang ketat di semua level olahraga tinju. Di Indonesia, di mana tinju juga memiliki basis penggemar yang besar, kasus ini bisa menjadi bahan refleksi bagi para atlet, pelatih, dan penyelenggara untuk lebih serius memperhatikan aspek keselamatan.
Meski kepulangan Chapman ke Inggris adalah kabar baik, perjalanan pemulihannya masih panjang. Ia membutuhkan rehabilitasi intensif dan perawatan jangka panjang. Pertanyaannya, apakah ia akan bisa kembali ke ring? Atau justru ini menjadi titik balik untuk mempertimbangkan masa depannya di olahraga yang penuh risiko ini. Yang jelas, dukungan publik akan terus menjadi penyemangat baginya.



