Brentford Pecahkan Rekor Transfer demi Gelandang Mali Mamadou Sangare
Baca dalam 60 detik
- Brentford mengonfirmasi perekrutan Mamadou Sangare dari Lens dengan nilai transfer tertinggi dalam sejarah klub, melampaui rekor sebelumnya sebesar ยฃ42,5 juta.
- Sangare, yang tampil impresif bersama Lens dan Timnas Mali, diikat kontrak lima tahun dengan opsi perpanjangan satu musim.
- Kedatangan gelandang berusia 24 tahun ini menegaskan ambisi Brentford untuk bersaing di papan atas Liga Inggris, sekaligus menjadi sinyal bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, dalam memantau talenta Afrika.

Brentford resmi mengumumkan penandatanganan gelandang asal Mali, Mamadou Sangare, dari Lens dengan nilai transfer yang memecahkan rekor klub. Langkah ini menegaskan ambisi The Bees untuk terus berkembang di kancah Liga Inggris, sekaligus menjadi sinyal bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, dalam memantau talenta Afrika.
Sangare, yang berusia 24 tahun, menandatangani kontrak berdurasi lima tahun dengan opsi perpanjangan satu musim. Meski klub enggan merinci angka pastinya, mereka memastikan biaya transfernya melampaui ยฃ42,5 juta yang dibayarkan untuk mendatangkan Dango Ouattara dari Bournemouth pada musim panas lalu. Ini menjadi pembelian termahal dalam sejarah Brentford, menandai perubahan strategi klub yang sebelumnya dikenal dengan pendekatan hemat namun efektif di bursa transfer.
Pelatih kepala Brentford, Keith Andrews, mengungkapkan bahwa Sangare telah lama menjadi target pemantauan klub. "Mamadou adalah pemain yang sudah kami lacak cukup lama. Dia masuk radar kami dan kami sangat ingin membawanya ke sini," ujarnya. Andrews juga menyoroti performa konsisten Sangare musim lalu bersama Lens, yang berhasil finis di posisi kedua Ligue 1 dan memenangkan Coupe de France untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Perjalanan karier Sangare tidaklah mulus. Ia memulai karier di akademi Red Bull Salzburg, kemudian menjalani sejumlah masa pinjaman sebelum akhirnya menonjol di Hartberg dan pindah ke Rapid Vienna. Penampilannya di Austria membawanya ke Lens, di mana ia tampil dalam 33 pertandingan musim lalu. Di level internasional, Sangare telah mengoleksi 16 caps bersama Timnas Mali dan tampil di Piala Afrika 2025.
Bagi Brentford, investasi besar ini menunjukkan ambisi mereka untuk tidak hanya bertahan di Liga Inggris, tetapi juga bersaing di papan tengah atas. Kehadiran Sangare di lini tengah diharapkan memberikan keseimbangan antara bertahan dan menyerang, mengingat kemampuan fisik dan visinya yang matang. Andrews memuji karakter Sangare yang rendah hati namun bertekad kuat, menilai ia akan menjadi favorit penggemar.
Dari perspektif Indonesia, transfer ini menjadi sorotan bagi para pengamat sepak bola dan calon pemain muda. Pergerakan pemain Afrika ke liga top Eropa sering kali menjadi inspirasi bagi pesepak bola Asia Tenggara. Selain itu, strategi Brentford yang berani memecahkan rekor transfer bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang mulai agresif di bursa transfer, seperti Persib Bandung atau Persija Jakarta, dalam membangun skuad kompetitif tanpa melupakan pembinaan usia muda.
Ke depannya, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana Sangare akan beradaptasi dengan intensitas Premier League yang jauh lebih tinggi dibandingkan Ligue 1. Apakah ia mampu menjadi pilar utama Brentford dan membawa klub menembus zona Eropa? Atau justru menjadi bukti bahwa investasi besar tidak selalu menjamin kesuksesan? Hanya waktu yang akan menjawab, namun langkah Brentford ini jelas menunjukkan bahwa mereka tidak ragu untuk mengambil risiko demi kemajuan klub.



