Kontrak dan Gaji Jadi Pemicu: Agen Esposito Tuding Presiden Cagliari Ingin Jual Sang Striker
Baca dalam 60 detik
- Agen Sebastiano Esposito membantah tudingan Cagliari bahwa pemainnya mangkir latihan, menyebut ada kesepakatan lisan untuk istirahat karena stres.
- Perseteruan dipicu kebuntuan negosiasi perpanjangan kontrak dengan kenaikan gaji, di tengah klaim bahwa presiden klub berniat menjual pemain.
- Kasus ini menyoroti rapuhnya hubungan pemain-klub di Serie A dan bisa memicu hengkangnya Esposito, yang musim lalu menjadi mesin gol Cagliari.

Kebuntuan negosiasi kontrak antara Sebastiano Esposito dan Cagliari berubah menjadi perang terbuka. Sang agen, Mario Giuffredi, menuduh manajemen klub Sardinia itu memanipulasi fakta dan berniat menjual pemainnya, setelah sang striker dituduh meninggalkan kamp latihan tanpa izin.
Ketegangan ini mencuat hanya beberapa pekan setelah Cagliari resmi mempermanenkan Esposito dari Inter Milan dengan nilai transfer sekitar โฌ4 juta plus bonus, plus klausul yang memberi Inter 40 persen dari keuntungan penjualan di masa depan. Kontrak pemain berusia 24 tahun itu sebenarnya masih terikat hingga Juni 2030, namun permintaan perbaikan gaji memicu kebuntuan negosiasi yang berujung pada pernyataan resmi klub.
Pada Rabu sore, Cagliari mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa Esposito telah meninggalkan lokasi latihan tanpa persetujuan dan akan dikenakan sanksi disiplin. Namun, Giuffredi membantah keras versi tersebut saat berbicara kepada TuttoCagliari.net. Ia mengaku telah berdiskusi panjang dengan direktur olahraga Pietro Accardi dan pelatih Fabio Pisacane pada malam sebelumnya, dan mereka sepakat memberi Esposito cuti singkat karena tekanan psikologis yang berat.
"Pernyataan Cagliari penuh kebohongan! Saya berbicara lewat telepon dari pukul 21.00 hingga 02.00 dengan direktur olahraga dan pelatih, yang di hadapan pemain menyetujui bahwa ia butuh beberapa hari istirahat karena stres yang mendalam," ujar Giuffredi. "Kami sepakat ia akan kembali berlatih pada 5 Agustus, setelah pertandingan persahabatan di Jerman."
Menurut agen tersebut, negosiasi perpanjangan kontrak sebenarnya sudah berlangsung dua bulan. Pemain disebutnya ingin bertahan, tetapi klub tidak merespons secara terbuka. Giuffredi bahkan mengklaim bahwa Presiden Tommaso Giulini sejak awal berniat menjual Esposito. "Saya bisa membuktikan semuanya. Pada Kamis, saya diminta datang ke Milan untuk bertemu klub, tetapi setelah 15 menit pertemuan, presiden bangkit dan pergi, meninggalkan saya dengan direktur olahraga dan direktur umum," katanya.
Karier Esposito di Italia memang penuh liku. Produk akademi Inter ini sempat dipinjamkan ke sejumlah klub seperti SPAL, Venezia, FC Basel, Anderlecht, Bari, Sampdoria, dan Empoli sebelum akhirnya menetap di Cagliari. Musim lalu, ia menjadi salah satu pemain kunci dengan torehan delapan gol dan enam assist, membantu tim finis di papan tengah Serie A. Kini, masa depannya di Sardinia menjadi tanda tanya besar.
Bagi pengamat sepak bola Italia, kasus ini mencerminkan dinamika kekuasaan yang sering terjadi di klub-klub menengah. Tekanan finansial dan ambisi presiden klub sering kali berbenturan dengan keinginan pemain untuk mendapatkan apresiasi finansial. Jika klaim agen benar, maka keputusan Cagliari untuk tidak memperpanjang kontrak dengan kenaikan gaji bisa menjadi bumerang, karena nilai jual Esposito justru akan menurun jika ia tidak bermain reguler.
Di Indonesia, kasus seperti ini sering menjadi pelajaran bagi klub-klub Liga 1 yang kerap menghadapi situasi serupa, terutama dalam mempertahankan pemain bintang. Ketegangan antara manajemen dan pemain soal gaji bukan hal asing, dan cara penyelesaiannya sering menentukan stabilitas tim. Jika Cagliari tidak segera meredam konflik, bukan tidak mungkin Esposito akan hengkang, dan Inter sebagai pemilik 40 persen hak ekonomi akan diuntungkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Cagliari mengenai klaim agen tersebut. Namun, dengan pernyataan yang saling bertentangan, publik menanti langkah berikutnya: apakah klub akan mempertahankan pemainnya dengan memenuhi tuntutan gaji, atau justru melepasnya di bursa transfer musim panas ini? Satu hal yang pasti, hubungan Esposito dengan klubnya kini berada di ujung tanduk.



