Joe Root Kembali ke Puncak: Kapten Inggris Bawa Welsh Fire Menang Dramatis atas Birmingham Phoenix
Baca dalam 60 detik
- Kembalinya Joe Root sebagai kapten Test Inggris langsung dirayakan dengan kemenangan Welsh Fire di The Hundred.
- Kemenangan ini mengangkat Welsh Fire ke peringkat kedua klasemen, sementara Phoenix terpuruk di dasar.
- Performa Root menjadi sorotan utama, menandai kebangkitan kariernya di pentas kriket internasional.

Kembalinya Joe Root sebagai kapten timnas Inggris langsung diwarnai aksi gemilang. Dalam laga perdananya setelah resmi memegang ban kapten Test, Root membawa Welsh Fire meraih kemenangan meyakinkan atas Birmingham Phoenix pada lanjutan turnamen The Hundred, Jumat (2/8/2025). Dengan skor akhir 138-3, Fire menuntaskan perlawanan Phoenix yang hanya mampu mengumpulkan 137-9.
Root, yang tampil sebagai bintang dengan skor tak terkalahkan 58 run dari 40 bola, menjadi motor kemenangan timnya. Tiga bola pertama yang dihadapinya langsung dihantam menjadi four, memberikan sinyal bahwa ia dalam performa terbaiknya. Penampilan ini sekaligus menjadi half-century keempatnya di sepanjang kariernya di The Hundred, dan yang pertama bersama Welsh Fire.
Kemenangan ini bukan sekadar angka di klasemen. Fire yang sebelumnya berada di posisi kelima, kini melesat ke peringkat kedua dengan tiga kemenangan beruntun. Mereka hanya kalah net run-rate dari Trent Rockets yang memuncaki klasemen. Sementara itu, Phoenix justru tenggelam di dasar klasemen setelah menelan tiga kekalahan beruntun sejak kemenangan perdana mereka.
Dari sisi permainan, Welsh Fire menunjukkan dominasi sejak awal. Phil Salt, yang menjadi partner Root di awal inning, mencetak 46 run dari 36 bola dengan empat six. Sayangnya, Salt harus keluar setelah terkena leg before wicket (lbw) saat mencoba mereview keputusan wasit. Meski demikian, kerja sama apik keduanya yang menghasilkan 77 run menjadi fondasi kemenangan Fire.
Di kubu Phoenix, awal yang menjanjikan justru berakhir dengan kehancuran. Joe Clarke sempat memberikan harapan dengan 35 run dari 23 bola, namun setelah itu inning Phoenix ambruk. Mereka kehilangan tiga wicket hanya dalam sembilan run, dan dua pemainnya, Laurie Evans serta Rehan Ahmed, harus pulang akibat run out yang sebenarnya bisa dihindari. Donovan Ferreira sempat memberikan sedikit perlawanan dengan dua six beruntun, tetapi akhirnya harus menyerah setelah mencetak 23 run.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, performa Root ini menjadi pengingat bahwa kriket adalah olahraga yang penuh kejutan dan strategi. Meski popularitasnya di Indonesia belum sebesar sepak bola atau bulu tangkis, turnamen seperti The Hundred menawarkan tontonan yang menarik dengan format yang lebih singkat dan dinamis. Hal ini bisa menjadi pintu masuk bagi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal kriket, terutama dengan semakin banyaknya turnamen internasional yang disiarkan secara global.
Ke depan, Welsh Fire akan berusaha mempertahankan momentum ini untuk terus bersaing di papan atas. Sementara itu, Birmingham Phoenix harus segera bangkit jika tidak ingin terpuruk lebih dalam. Pertanyaan besarnya, mampukah Phoenix memperbaiki performa mereka di sisa musim? Atau justru Welsh Fire yang akan terus melaju dan mengancam posisi Trent Rockets? Jawabannya akan terjawab dalam laga-laga berikutnya yang semakin menegangkan.



