Nirmal Purja Tewas Tertimbun Longsor di Broad Peak: Rekor 14 Puncak Berakhir Tragis
Baca dalam 60 detik
- Pendaki legendaris asal Nepal, Nirmal Purja, bersama sembilan rekannya dilaporkan meninggal setelah diterjang longsoran salju di Broad Peak, Pakistan, Kamis lalu.
- Kematian Purja mengejutkan dunia pendakian, mengingat ia memegang rekor pendakian tercepat 14 gunung tertinggi di dunia dan dikenal lewat film dokumenter Netflix.
- Insiden ini menyoroti risiko ekstrem pendakian gunung di ketinggian, sekaligus memicu pertanyaan tentang keselamatan ekspedisi komersial di masa depan.

Duka mendalam menyelimuti dunia pendakian internasional. Nirmal Purja, pendaki asal Nepal yang namanya harum lewat rekor pendakian 14 gunung tertinggi dunia, dikonfirmasi meninggal dunia setelah tertimpa longsoran salju di Broad Peak, Pakistan. Kabar ini diumumkan langsung oleh perusahaan ekspedisinya, Elite Exped, pada Sabtu (1/8) melalui unggahan di media sosial.
Purja, yang akrab disapa Nimsdai, bersama sembilan pendaki lain dilaporkan hilang sejak Kamis (30/7) setelah longsor menerjang mereka di ketinggian 8.051 meter. Broad Peak, gunung tertinggi ke-12 di dunia, memang dikenal memiliki medan teknis yang sulit dan berbahaya, menjadikannya salah satu tantangan terberat bagi para pendaki profesional.
Kepergian Purja bukan hanya kehilangan bagi keluarga dan rekan-rekannya, tetapi juga bagi dunia olahraga ekstrem. Pria berusia 43 tahun ini mencatatkan namanya dalam sejarah ketika berhasil menaklukkan 14 puncak tertinggi di dunia dalam waktu enam bulan pada 2019. Prestasi ini kemudian diabadikan dalam film dokumenter Netflix berjudul "14 Peaks: Nothing Is Impossible" yang dirilis dua tahun kemudian, mengangkat namanya ke panggung internasional.
Kecelakaan ini menyoroti kembali risiko besar yang dihadapi para pendaki gunung di ketinggian ekstrem. Meski teknologi dan persiapan telah berkembang pesat, alam tetap menjadi faktor tak terduga yang dapat mengubah segalanya dalam sekejap. Bagi Indonesia, yang memiliki komunitas pendaki yang cukup aktif, kabar ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan manajemen risiko dalam setiap ekspedisi.
Elite Exped, dalam pernyataannya, mengungkapkan duka mendalam atas kejadian ini. "Hari ini, dengan kesedihan yang mendalam, kami mengonfirmasi bahwa Nirmal 'Nimsdai' Purja secara tragis kehilangan nyawanya setelah longsoran salju di Broad Peak," tulis mereka. Mereka juga mengonfirmasi bahwa anggota ekspedisi lainnya tidak selamat, meski tidak merinci lebih lanjut.
"Kami juga telah menerima konfirmasi bahwa anggota ekspedisi lainnya sayangnya tidak selamat," ujar perwakilan Elite Exped.
Sebelum dikenal sebagai pendaki, Purja adalah mantan anggota pasukan khusus Inggris, Gurkha. Pengalaman militernya yang disiplin dan ketahanan fisiknya yang luar biasa menjadi modal utama dalam menaklukkan puncak-puncak tertinggi dunia. Ia juga dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan inspiratif, memotivasi banyak orang untuk mengejar mimpi mereka, bahkan yang tampak mustahil sekalipun.
Kematian Purja dan sembilan rekannya menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan ekspedisi pendakian di kawasan Karakoram, terutama di tengah meningkatnya minat terhadap pendakian gunung ekstrem. Apakah insiden ini akan mendorong evaluasi lebih ketat terhadap protokol keselamatan? Atau justru semakin menguatkan tekad para pendaki untuk menaklukkan alam? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal yang pasti: dunia kehilangan salah satu putra terbaiknya.



