Sam Fender dan Olivia Dean Cetak Sejarah: 'Rein Me In' Pecahkan Rekor 73 Tahun di Tangga Lagu Inggris
Baca dalam 60 detik
- Duet Sam Fender dan Olivia Dean, 'Rein Me In', mencatatkan 19 minggu tak beruntun di puncak tangga lagu Inggris, melampaui rekor Frankie Laine yang bertahan sejak 1953.
- Pencapaian ini menegaskan dominasi musisi lokal Inggris di tengah gempuran artis global, sekaligus menjadi sinyal positif bagi industri musik domestik.
- Rekor baru ini membuka peluang bagi kolaborasi lintas genre dan memperkuat posisi Inggris sebagai kancah musik dunia yang kompetitif.

Duet Sam Fender dan Olivia Dean, "Rein Me In", baru saja menorehkan tinta emas dalam sejarah musik Inggris. Lagu yang dirilis pada Juni 2025 ini sukses bertahan di posisi teratas tangga lagu Inggris selama 19 minggu (tidak berurutan), memecahkan rekor yang telah berdiri selama 73 tahun. Rekor sebelumnya dipegang oleh Frankie Laine dengan "I Believe" pada 1953.
Pencapaian ini bukan sekadar angka. Di tengah derasnya arus musik global yang didominasi artis Amerika dan Korea, keberhasilan dua musisi lokal Inggris ini menjadi bukti bahwa karya orisinal dengan sentuhan personal masih mampu merebut hati pendengar. "Rein Me In" yang awalnya butuh delapan bulan untuk mencapai puncak, akhirnya menjadi fenomena yang tak terbendung.
Perjalanan "Rein Me In" di tangga lagu penuh drama. Sempat digeser oleh Harry Styles dengan "American Girls" selama tiga minggu, lagu ini kembali merebut posisi teratas sepekan kemudian. Olivia Rodrigo dan Ariana Grande juga sempat mencicipi puncak, namun tak mampu bertahan lama. Ketangguhan "Rein Me In" menunjukkan bahwa daya tarik lagu ini melampaui sekadar tren sesaat.
Para petinggi industri musik Inggris menyambut pencapaian ini dengan bangga. Becca Monahan dan Chris Austin, pimpinan sementara Official Charts, menyebut rekor ini sebagai momen bersejarah yang menunjukkan kekuatan kreativitas musisi lokal. Mereka menekankan bahwa di era di mana artis Inggris bersaing di panggung global, keberhasilan ini menjadi simbol kebangkitan musik Britania.
Dr. Jo Twist, CEO BPI, menambahkan bahwa "Rein Me In" telah menjadi klasik modern. Ia menilai kemampuan lagu ini menyentuh pendengar di tengah lanskap konsumsi musik yang semakin global merupakan sesuatu yang luar biasa. Baginya, ini adalah pencapaian yang patut dirayakan sebagai warisan musik Inggris.
Bagi Indonesia, fenomena ini memberikan pelajaran berharga. Industri musik dalam negeri yang sedang bergairah dengan berbagai genre, dari pop hingga indie, bisa mengambil inspirasi dari cara Fender dan Dean membangun koneksi emosional dengan pendengar. Kolaborasi lintas genre yang mereka lakukan membuktikan bahwa pasar musik tidak melulu soal nama besar, melainkan kualitas dan keautentikan karya.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah "Rein Me In" mampu memperpanjang rekor ini, atau akan ada lagu lain yang menantangnya. Yang jelas, pencapaian ini telah mengubah lanskap tangga lagu Inggris dan membuka babak baru bagi musisi lokal untuk berani bermimpi lebih besar.



