The Maccabees Siapkan Album Baru: Reuni yang Berbuah Karya?
Baca dalam 60 detik
- Band indie asal London, The Maccabees, tengah menggarap materi baru untuk album studio pertama sejak 2015.
- Vokalis Orlando Weeks mengakui tantangan jarak geografis, namun tur musim panas menjadi momentum untuk menguji lagu-lagu anyar.
- Gitaris Felix White menegaskan band tidak akan asal merilis album demi kuantitas, melainkan menunggu momen magis saat bermain bersama.

The Maccabees, band indie asal London yang sempat bubar pada 2017, kini tengah menggarap album studio pertama mereka sejak 2015. Setelah reuni tahun lalu, grup yang dikenal lewat hits seperti 'Pelican' ini mulai memutar materi baru dalam rangkaian konser outdoor mereka. Vokalis Orlando Weeks menyebut langkah ini sebagai 'lompatan besar' bagi band yang sudah delapan tahun tidak bermain bersama.
Dalam wawancara dengan Radio X, Weeks mengungkapkan bahwa tahun lalu mereka belum siap untuk memainkan lagu baru. Namun, kini situasinya berbeda. "Kami belum bermain bersama selama delapan tahun, dan musim panas lalu kami belum siap untuk itu. Kami tidak punya lagu, dan sekarang kami punya beberapa. Ada satu yang kami yakini dan senang memainkannya," ujarnya. Ia menambahkan bahwa masih ada lagu-lagu lain yang sedang digarap selama masa vakum, dan akan terus dikerjakan setelah tur selesai.
Gitaris Hugo White menambahkan bahwa penambahan lagu baru dalam setlist tahun ini memberikan 'gambaran masa depan' bagi band. "Ada lebih dari itu," katanya singkat. Sementara itu, Weeks mengakui bahwa jarak geografis menjadi tantangan tersendiri. Ia kini menetap di Lisbon, Portugal, sehingga sulit untuk bertemu langsung dengan anggota lain. "Saya tinggal di Lisbon, jadi lebih sulit untuk sekadar berkumpul di satu ruangan. Tapi saya pikir fakta bahwa kami melakukan pertunjukan ini adalah kesempatan bagus untuk memacu kami," tuturnya kepada NME pada Mei lalu.
Gitaris Felix White menegaskan bahwa The Maccabees tidak akan pernah asal merilis musik. "Saya pikir The Maccabees tidak akan pernah menjadi seperti, 'Oh, kita dapat album lagi, album lagi, album lagi...' karena, baik atau buruk, semua orang terlalu peduli dengan ini," katanya. Ia menambahkan bahwa jika mereka bisa merasakan getaran magis saat bermain bersamaโbahkan saat sedang bad mood, senyum tak bisa ditahan dan bulu kuduk merindingโmaka itu akan menjadi pencapaian luar biasa.
Bagi penggemar musik indie di Indonesia, kabar ini tentu dinantikan. The Maccabees memiliki basis penggemar yang cukup besar di tanah air, terutama di kalangan penikmat musik indie yang kerap mengikuti perkembangan band-band asal Inggris. Meski tidak ada rencana tur ke Asia Tenggara, perilisan album baru berpotensi menjadi sorotan di platform streaming dan komunitas musik lokal.
Pertanyaannya, mampukah The Maccabees menangkap kembali esensi yang membuat mereka dicintai? Atau akankah album baru ini menjadi penanda evolusi baru bagi band yang telah melewati pasang surut? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun yang jelas, para penggemar kini punya alasan untuk menantikan babak berikutnya dari perjalanan The Maccabees.



