Perjalanan Norrie di Los Cabos Terhenti: Shapovalov Kembali ke Final
Baca dalam 60 detik
- Petenis Inggris Cameron Norrie harus mengakui keunggulan Denis Shapovalov di semifinal Los Cabos Open, 6-3, 5-7, 6-4.
- Kekalahan ini menghentikan kebangkitan Norrie setelah enam kekalahan beruntun, sementara Shapovalov melaju ke final untuk mempertahankan gelar.
- Di partai puncak, Shapovalov akan berhadapan dengan Arthur Gea yang menyingkirkan Coleman Wong.

Los Cabos, Meksiko โ Asa Cameron Norrie untuk merebut gelar keduanya di Los Cabos Open pupus sudah. Petenis Inggris berperingkat dua di negaranya itu harus mengakui keunggulan Denis Shapovalov, sang juara bertahan asal Kanada, dalam laga semifinal yang berlangsung sengit selama dua jam 39 menit, dengan skor 6-3, 5-7, 6-4, Sabtu (22/2/2025) waktu setempat.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Norrie yang baru saja menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Sebelum turnamen ini, ia tercatat menelan enam kekalahan beruntun di berbagai ajang. Capaiannya menembus semifinal di Los Cabos sempat dianggap sebagai titik balik, namun langkahnya harus terhenti di tangan pemain kidal yang juga menjadi lawan sepadan.
Jalannya pertandingan memperlihatkan duel adu servis dan pukulan groundstroke yang ketat. Norrie kehilangan servisnya di game pembuka set pertama, langsung tertinggal 0-2. Meski beberapa kali memiliki peluang untuk melakukan break, ia gagal memanfaatkannya dan kehilangan set pertama.
Pada set kedua, Norrie sempat tampil buruk dengan beberapa forehand yang melenceng, sebelum Shapovalov berhasil melakukan break dengan pengembalian forehand yang memukau. Namun, Norrie segera menyamakan kedudukan dan bahkan menciptakan dua set point di kedudukan 6-5. Ia akhirnya memenangkan set kedua setelah sebuah voli forehand menyentuh garis.
Memasuki set penentu, Norrie kembali kehilangan servisnya di game pertama. Momen tersebut terbukti krusial karena Shapovalov mampu mempertahankan servisnya sepanjang set ketiga dan menuntaskan kemenangan. Kegagalan Norrie untuk melakukan break di set penentu menjadi pembeda.
Bagi Norrie, hasil ini tentu mengecewakan, tetapi penampilannya di Los Cabos menunjukkan bahwa ia masih memiliki kemampuan bersaing di level tertinggi. Ia pernah menembus peringkat 8 dunia pada September 2022, dan kini berusaha kembali ke papan atas setelah cedera dan inkonsistensi performa. Bagi pecinta tenis Indonesia, perjalanan Norrie ini bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya konsistensi dan mentalitas juara, terutama saat menghadapi tekanan di momen-momen krusial.
Shapovalov sendiri tampil perkasa sepanjang turnamen. Kemenangan atas Norrie menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain kidal terbaik di sirkuit. Di partai puncak, ia akan berhadapan dengan Arthur Gea, petenis muda Prancis yang sedang naik daun. Gea, yang baru berusia 20 tahun, menunjukkan performa impresif dengan menyingkirkan unggulan-unggulan di jalurnya.
โPertandingan yang sangat ketat. Saya senang bisa melewati momen sulit dan kembali ke final. Saya akan mencoba bermain agresif dan menikmati final nanti,โ ujar Shapovalov dalam konferensi pers singkat setelah laga.
Final Los Cabos Open akan menjadi ujian bagi Shapovalov untuk mempertahankan gelar, sekaligus kesempatan bagi Gea untuk meraih gelar ATP pertamanya. Dengan kondisi fisik yang prima dan kepercayaan diri tinggi, kedua pemain diprediksi akan menampilkan laga menarik. Pertanyaannya, akankah Shapovalov mampu mengulang sukses tahun lalu, atau akankah Gea menciptakan kejutan? Kita tunggu saja.



