Mamamoo Buktikan Solidaritas di Konser Singapura: Tur 4ward Jadi Penanda Kebangkitan Grup
Baca dalam 60 detik
- Mamamoo menggelar konser pertama di Singapura dalam tiga tahun terakhir, menandai reuni setelah para member fokus pada karier solo.
- Tur bertajuk 4ward ini menegaskan bahwa grup generasi ketiga tersebut masih kompak, dengan lebih dari 7.700 penggemar yang hadir.
- Konser ini menjadi sinyal positif bagi industri K-pop, sekaligus menguji daya tarik grup di tengah dominasi solo career para anggotanya.

Setelah tiga tahun vakum dari panggung Singapura, Mamamoo akhirnya kembali menggelar konser di Negeri Singa. Lebih dari 7.700 penonton memadati The Star Theatre pada Sabtu (1/8) malam untuk menyaksikan aksi panggung Solar, Moonbyul, Wheein, dan Hwasa dalam tur bertajuk "4ward". Penampilan yang berlangsung selama 2 jam 40 menit itu bukan sekadar hiburan, melainkan deklarasi bahwa grup yang sempat dikhawatirkan bubar ini masih utuh dan solid.
Kekhawatiran penggemar memang beralasan. Sejak tur dunia pertama mereka pada 2023 yang juga singgah di Singapura, keempat personel lebih banyak berkarya secara individu. Solar, Moonbyul, Wheein, dan Hwasa masing-masing telah merilis materi solo dan menggelar konser sendiri. Fenomena ini lazim terjadi di industri K-pop, di mana kesuksesan grup justru sering menjadi awal dari perpecahan. Namun, konser kali ini membantah asumsi tersebut.
Tema "4ward" yang menggabungkan angka 4 dan kata "forward" menjadi simbol perjalanan mereka ke depan secara bersama-sama. Dalam konser tersebut, penonton diajak bernostalgia dengan deretan lagu hits dari awal karier hingga karya terbaru. Penampilan mereka membuktikan bahwa Mamamoo masih setia pada identitas awal yang membedakan mereka dari grup lain: vokal live yang kuat, kepribadian panggung yang spontan, dan keberanian untuk menabrak pakem girl group pada umumnya.
Sejak debut pada 2014, Mamamoo memang dikenal sebagai grup yang menolak dikotak-kotakkan. Mereka kerap tampil dengan konsep yang tidak biasa, seperti Moonbyul yang sering mengenakan busana tomboi atau Hwasa dengan gerakan tari yang berani. Lebih dari itu, mereka aktif menulis lagu dan membawakan musik secara live, sebuah kualitas yang membuat mereka dijuluki "performance queens". Lagu-lagu seperti "Mr. Ambiguous" (2014), "Piano Man" (2014), dan "Um Oh Ah Yeh" (2015) yang dibawakan dalam konser ini menjadi pengingat akan keunikan tersebut.
Memasuki era 2020-an, para personel memang lebih fokus pada karier solo. Namun, dalam segmen khusus konser, mereka menunjukkan perkembangan masing-masing melalui lagu seperti "So Cute" (Hwasa), "The Symphony Of Fxxkboys" (Wheenin), "Hertz" (Moonbyul), dan "Blues" (Solar). Aksi saling melempar mikrofon seperti tongkat estafet menjadi metafora bahwa meski berjalan sendiri-sendiri, kontribusi individu tetap memperkuat tim. Lagu terbaru mereka, "4 Flowers" yang dirilis Juni 2026, semakin menegaskan pesan persatuan dengan lirik tentang bunga yang mekar dan layu namun tetap terhubung oleh akar yang sama.
Bagi penggemar K-pop di Indonesia, konser ini memberikan harapan bahwa grup idola tidak selalu berakhir dengan perpecahan. Fenomena Mamamoo bisa menjadi preseden bahwa karier solo dan aktivitas grup dapat berjalan beriringan. Pertanyaannya, apakah grup lain akan mengikuti jejak mereka? Atau justru ini menjadi pengecualian yang langka di industri yang keras? Yang jelas, Mamamoo telah membuktikan bahwa mereka masih punya tempat spesial di hati penggemar, setidaknya di Singapura.



