Kebakaran Hutan Landa Prancis, Château Miraval Milik Angelina Jolie dan Brad Pitt Terancam
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran hutan di selatan Prancis mendekati Château Miraval, tetapi properti sejauh ini selamat.
- Kebakaran ini terjadi di tengah perseteruan hukum berkepanjangan antara Angelina Jolie dan Brad Pitt soal kepemilikan kebun anggur tersebut.
- Cuaca ekstrem yang memicu kebakaran hutan di Eropa menjadi pengingat akan risiko perubahan iklim bagi aset properti dan bisnis.

Kebakaran hutan yang melanda kawasan selatan Prancis kembali menyorot Château Miraval, kebun anggur megah yang menjadi rebutan Angelina Jolie dan Brad Pitt. Dalam foto udara yang beredar, kepulan asap tebal tampak membubung di dekat properti tersebut, meski bangunan utama dan area kebun anggur belum menunjukkan kerusakan berarti. Peristiwa ini terjadi di tengah musim kebakaran terparah yang dialami Prancis dalam dua dekade terakhir.
Château Miraval, yang terletak di Provence, bukan sekadar aset properti biasa. Di tempat inilah pasangan yang kini berkonflik itu menikah pada 2014 dan sempat menjadikannya rumah keluarga. Sejak Jolie menjual sahamnya pada 2021, properti ini menjadi pusat pertarungan hukum yang tak kunjung usai, bahkan setelah perceraian mereka final pada Desember 2024. Kini, ancaman datang dari dua arah: kobaran api dan sengketa kepemilikan yang terus memanas.
Kebakaran yang mendekati Château Miraval juga memaksa George Clooney dan istrinya, Amal, mengungsi dari kediaman mereka di Brignoles bersama anak kembar mereka. Langkah evakuasi itu menunjukkan betapa ganasnya api yang berkobar di kawasan tersebut. Bagi warga dan pemilik properti di Provence, musim kebakaran tahun ini menjadi ujian nyata atas kesiapan menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin ekstrem.
Di tengah kepungan api, pertarungan hukum Jolie dan Pitt terus berlanjut di pengadilan California. Pekan lalu, pengadilan mengabulkan permintaan Pitt untuk memeriksa anggota Stoli Group, perusahaan yang terkait dengan penjualan saham Jolie. Langkah ini merupakan buntut dari gugatan Pitt pada Februari 2022 yang menuding Jolie menjual sahamnya tanpa persetujuannya, melanggar kesepakatan yang disebutnya pernah dibuat. Jolie membalas dengan gugatan balik, menuduh Pitt melancarkan perang balas dendam sejak proses perceraian dimulai.
Dalam dokumen pengadilan yang diakses media, tim kuasa hukum Pitt menyebut Jolie menjadikan kondisi keuangannya sebagai inti dari argumen hukumnya. Namun, pihak Jolie membantah keras. Mereka menegaskan bahwa masalahnya bukan soal kebutuhan finansial, melainkan upaya Jolie untuk melepaskan diri dari kendali mantan suaminya yang dianggapnya abusive. Perbedaan perspektif ini menjadi inti perseteruan yang tak kunjung mereda.
Bagi pengamat hukum, kasus ini menarik karena menggabungkan dimensi emosional dan bisnis. Château Miraval bukan hanya simbol romansa yang retak, tetapi juga aset bernilai jutaan dolar dengan merek dagang yang menguntungkan. Sengketa semacam ini kerap berlarut-larut karena menyangkut harga diri, kontrol, dan masa depan finansial kedua belah pihak.
Di Indonesia, fenomena kebakaran hutan yang mengancam properti mewah di Eropa menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi risiko iklim. Investasi properti, terutama di kawasan rawan kebakaran, memerlukan pertimbangan matang tentang perubahan lingkungan. Bagi para investor dan pengembang, kejadian ini menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi isu masa depan, melainkan ancaman nyata yang dapat memengaruhi nilai aset dan keberlangsungan bisnis.
Ketika api masih berkobar di Provence dan pertarungan hukum terus berlanjut di California, pertanyaan besarnya adalah: akankah Château Miraval tetap menjadi simbol perseteruan yang tak berkesudahan, atau justru menjadi katalis bagi kedua pihak untuk berdamai? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal pasti: kebakaran ini menambah babak baru dalam kisah panjang yang belum menemukan titik akhir.



