Ariana Grande Mundur dari Sorotan Publik: Kelelahan atau Tekanan?
Baca dalam 60 detik
- Ariana Grande memutuskan rehat dari dunia hiburan setelah tur Eternal Sunshine, dengan alasan kelelahan dan sorotan publik yang tak henti.
- Keputusan ini juga mencakup pembatalan keterlibatannya dalam revival West End 'Sunday in the Park with George', yang sempat dinantikan.
- Para pengamat menilai langkah ini bisa menjadi preseden bagi selebritas lain yang menghadapi tekanan serupa, terutama di era media sosial.

Penyanyi dan aktris pemenang Grammy, Ariana Grande, mengumumkan pengunduran diri sementara dari hiruk-pikuk industri hiburan setelah menyelesaikan tur konser 'Eternal Sunshine'. Keputusan ini diambil di tengah sorotan publik yang intens terhadap penampilan dan kehidupan pribadinya, yang menurut sejumlah sumber telah menggerogoti kesehatannya.
Kabar ini mencuat setelah perwakilan Grande mengonfirmasi kepada media bahwa ia akan mengambil jeda dari pekerjaan yang menuntut visibilitas tinggi. Rencana ini juga mencakup pembatalan keikutsertaannya dalam produksi West End 'Sunday in the Park with George', yang sedianya akan dibintangi bersama lawan mainnya di film 'Wicked', Jonathan Bailey, di Barbican Centre, London. Para produser pertunjukan tersebut telah menyatakan dukungan penuh atas keputusan Grande, seraya menyebutnya sebagai langkah yang sulit namun dihormati.
Keputusan ini bukanlah hal yang mengejutkan bagi para pengamat industri. Sejak kesuksesan besar 'Wicked', yang membuatnya kembali menjadi sorotan global, Grande terus bekerja tanpa henti. Jadwal padat tur, syuting, dan promosi tampaknya telah menguras energinya. Seorang sumber yang dekat dengan penyanyi tersebut mengungkapkan bahwa Grande sebenarnya menikmati setiap momen di atas panggung, namun tekanan dari pemberitaan dan komentar publik tentang berat badannya menjadi faktor yang signifikan. "Dia tidak pernah bisa berdamai dengan sorotan publik yang terus-menerus," ujar sumber itu.
Yang menarik, sumber lain menyebutkan bahwa keputusan ini lebih didorong oleh kelelahan mental akibat pengawasan publik yang tiada henti, bukan sekadar jadwal kerja yang padat. "Dia berada dalam kondisi yang baik selama tur, menyukai apa yang dia lakukan. Yang membuatnya mundur adalah sorotan publik yang tak pernah berhenti, lebih dari sekadar jadwalnya," kata sumber tersebut. Grande sendiri sebelumnya pernah berbicara tentang dampak negatif komentar tentang tubuhnya, menyebutnya sebagai sesuatu yang "sangat berbahaya" dan sulit untuk dilindungi darinya.
Fenomena ini tidak hanya terjadi pada Ariana Grande. Di Indonesia, para selebritas dan publik figur juga kerap menghadapi tekanan serupa dari media sosial. Maraknya budaya 'cancel culture' dan komentar negatif yang masif sering kali membuat mereka memilih untuk mengurangi aktivitas di dunia maya atau bahkan mengambil jeda dari industri. Langkah Grande bisa menjadi cermin bagi industri hiburan Tanah Air untuk lebih memperhatikan kesejahteraan mental para artisnya, bukan hanya mengejar popularitas dan keuntungan.
Keputusan Grande untuk mundur dari sorotan publik juga memunculkan pertanyaan tentang masa depannya di industri hiburan. Apakah ini akan menjadi akhir dari kariernya yang gemilang, atau justru awal dari babak baru yang lebih sehat? Para penggemar tentu berharap ia dapat kembali dengan kondisi yang lebih baik. Namun, yang lebih penting, langkah ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap panggung, ada manusia yang rentan terhadap tekanan. Akankah industri hiburan, termasuk di Indonesia, mulai lebih peka terhadap kesehatan mental para bintangnya?



