Jeremy Clarkson dan Duo Legendaris Kembali ke The Grand Tour, Kali Ini sebagai Cameo
Baca dalam 60 detik
- Trio asli The Grand Tour akan muncul sebagai cameo di musim ketujuh yang tayang 4 September, memperkenalkan pembawa acara baru.
- Prime Video merekrut kreator digital Thomas Holland, James Engelsman, dan Francis Bourgeois untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Clarkson, Hammond, dan May.
- Langkah ini menandai transisi besar dari presenter TV konvensional ke bintang media sosial, mencerminkan perubahan lanskap hiburan otomotif.

Jeremy Clarkson, Richard Hammond, dan James May dikabarkan akan kembali ke layar kaca dalam musim reboot The Grand Tour yang dijadwalkan tayang bulan depan. Namun, kedatangan mereka kali ini bukan sebagai pembawa acara utama, melainkan sebagai cameo untuk menyambut generasi baru presenter yang akan memimpin program otomotif andalan Prime Video tersebut.
Menurut laporan The Sun, ketiganya akan tampil di musim ketujuh yang mulai tayang 4 September untuk memperkenalkan wajah-wajah baru: Thomas Holland, James Engelsman, dan Francis Bourgeois. Keputusan ini diambil setelah trio legendaris itu mengakhiri petualangan mereka dengan episode spesial "One for the Road" pada 2024, menutup lebih dari dua dekade kolaborasi yang dimulai dari Top Gear dan berlanjut ke The Grand Tour.
Langkah Prime Video ini menarik karena mereka tidak memilih presenter TV mapan, melainkan figur-figur yang telah membangun basis penggemar besar melalui platform digital. Thomas dan James dikenal sebagai YouTuber otomotif, sementara Francis Bourgeois adalah penggemar kereta api yang populer di media sosial. Pilihan ini menunjukkan pergeseran strategi dalam industri hiburan, di mana pengaruh digital kini dianggap setara—bahkan lebih—dibandingkan ketenaran televisi konvensional.
Andy Wilman, salah satu kreator The Grand Tour, mengungkapkan dukungannya terhadap para pendatang baru. Dalam wawancara di Buckingham Literary Festival, ia menegaskan bahwa tim produksi sepenuhnya mendukung transisi ini. "Kami punya tiga orang yang akan segera hadir dengan Grand Tour baru, dan kami berada di belakang mereka. Kami benar-benar mendukung mereka," ujarnya. Wilman juga menambahkan bahwa para presenter lama akan muncul dalam beberapa episode untuk membantu memperkenalkan wajah-wajah baru, sebuah simbol estafet yang ingin mereka tonjolkan.
Keputusan untuk merekrut kreator digital alih-alih bintang TV bukan tanpa alasan. Wilman menjelaskan bahwa mencari pengganti yang tepat untuk trio asli bukanlah perkara mudah. "Ketika tiga orang itu pergi, Anda tidak bisa begitu saja menerjunkan tiga presenter baru yang lucu. Itu seperti menjelaskan acara ini kepada alien lewat telepon—'Kamu hanya butuh tiga orang lucu dan mereka bercanda'. Itu tidak akan berhasil," katanya. Pernyataan ini menegaskan bahwa kimia dan pemahaman mendalam tentang budaya otomotif menjadi kunci, sesuatu yang dimiliki oleh para kreator digital yang sudah terbiasa berinteraksi dengan komunitas penggemar.
Pendekatan ini sejalan dengan pandangan Clarkson yang sebelumnya pernah menekankan pentingnya hasrat sejati terhadap mobil. "Tidak ada gunanya mempekerjakan seseorang yang 'menyukai' mobil. Itu tidak cukup," ujarnya. Ia bahkan menyarankan untuk mencari tiga orang yang benar-benar tidak dikenal, memulai dari kecil seperti yang mereka lakukan dulu, dan yang terpenting adalah mereka harus petrolhead sejati.
Bagi penonton Indonesia, kabar ini mungkin terasa jauh, tetapi sebenarnya mencerminkan tren global yang juga merambah industri hiburan Tanah Air. Peralihan dari presenter TV ke kreator konten digital semakin marak, seiring dengan meningkatnya konsumsi media sosial. Keberhasilan para YouTuber otomotif lokal seperti Ridwan Hanif atau komunitas modifikasi yang kerap tampil di berbagai platform menunjukkan bahwa audiens Indonesia juga responsif terhadap figur-figur yang dekat dengan budaya otomotif. Fenomena ini bisa menjadi pelajaran bagi stasiun TV atau platform streaming lokal untuk lebih berani merekrut kreator digital sebagai pembawa acara, alih-alih hanya mengandalkan wajah-wajah lama.
Keputusan Prime Video juga menandai babak baru dalam sejarah The Grand Tour, yang pertama kali tayang pada 2016 setelah trio tersebut meninggalkan BBC. Dengan masuknya presenter baru yang berasal dari latar belakang digital, tantangan terbesar adalah mempertahankan esensi acara yang selama ini identik dengan kekonyolan dan petualangan ala Clarkson dkk. Apakah formula yang sama akan berhasil dengan wajah-wajah baru? Atau justru akan lahir gaya baru yang lebih segar dan relevan dengan generasi sekarang? Pertanyaan ini yang akan terjawab seiring berjalannya musim ketujuh.



