Luis Díaz Dukung Harry Kane Menangkan Ballon d'Or 2025: 'Dia Nomor Satu'
Baca dalam 60 detik
- Luis Díaz secara terbuka menjagokan Harry Kane sebagai peraih Ballon d'Or tahun ini, menyebut kapten timnas Inggris itu 'magnificent' dan 'spesial'.
- Díaz sendiri masuk daftar 30 nominasi bersama Kane, Michael Olise, dan Dayot Upamecano, dengan pengumuman pemenang dijadwalkan di London pada 26 Oktober.
- Pemain Kolombia berusia 29 tahun itu juga menyoroti kualitas Olise, peran taktik Vincent Kompany, dan menganggap Borussia Dortmund sebagai pesaing utama Bayern di perebutan gelar Bundesliga.

Penyerang Bayern Munich, Luis Díaz, secara terbuka menjagokan rekan setimnya Harry Kane sebagai peraih Ballon d'Or tahun ini. Dalam wawancara eksklusif dengan Bundesliga, pemain asal Kolombia itu menyebut kapten timnas Inggris tersebut sebagai sosok yang 'magnificent' dan 'spesial', serta menegaskan bahwa Kane layak berada di posisi teratas daftar kandidat.
Díaz sendiri termasuk dalam 30 nama yang masuk nominasi penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola itu. Ia bersaing dengan Kane, Michael Olise, dan Dayot Upamecano — tiga pemain Bayern lainnya — serta sejumlah bintang lintas liga. Pemenang akan diumumkan dalam seremoni resmi di London pada Senin, 26 Oktober mendatang.
Dalam wawancara tersebut, Díaz mengaku bangga bisa masuk daftar pendek Ballon d'Or. Menurutnya, pencapaian itu merupakan buah dari kerja keras dan konsistensi sepanjang musim. "Ini sesuatu yang istimewa, karena tidak banyak orang mendapat kesempatan dinominasikan. Saya akan mengingatnya sepanjang karier," ujarnya.
Ketika diminta mendeskripsikan Kane dalam satu kalimat, Díaz tidak ragu. "Sulit mencari kata yang tepat. Magnificent. Dia telah menunjukkan selama bertahun-tahun bahwa dirinya salah satu pemain terbaik dunia. Bagiku, dia nomor satu untuk memenangkannya. Semoga dia mendapatkannya," tuturnya.
Díaz juga mengungkapkan kekagumannya pada Michael Olise. Menurutnya, Olise adalah pribadi yang tenang namun sangat tajam dalam membaca permainan. "Dia pendiam, tapi selalu mau membantu. Di latihan, dia sering tinggal lebih lama untuk melatih penyelesaian akhir. Detail-detail seperti itulah yang membuatnya berbeda," kata Díaz.
Soal peran pelatih Vincent Kompany, Díaz menjelaskan bahwa pendekatan taktik tim bersifat fleksibel. Dalam fase menyerang, para pemain diberi kebebasan mencari ruang, tetapi saat bertahan, Kompany menuntut disiplin posisi yang ketat. "Dia bilang, jika bertahan lebih baik, menyerang juga lebih baik. Itu penting," ujarnya.
Menyambut musim baru, Díaz menegaskan ambisi Bayern untuk meraih semua gelar yang mungkin. Ia menyadari bahwa musim lalu yang gemilang bisa cepat terlupakan jika tidak diikuti dengan pencapaian serupa. "Kami harus selalu ingin lebih, tidak cepat puas. Kami akan berjuang untuk setiap trofi," tegasnya.
Mengenai persaingan gelar Bundesliga, Díaz menyebut Borussia Dortmund sebagai salah satu pesaing terberat. Meski demikian, ia menekankan bahwa Bayern akan tetap fokus pada permainan sendiri. "Dortmund tetap Dortmund. Mereka lawan yang sulit, tapi kami harus waspada dan tenang. Setiap pertandingan kami targetkan tiga poin," pungkasnya.
Dengan pernyataan-pernyataan tersebut, Díaz tidak hanya menunjukkan loyalitasnya kepada rekan setim, tetapi juga mengirim sinyal bahwa Bayern Munich siap mendominasi musim ini. Ballon d'Or 2025 akan menjadi panggung pembuktian bagi Kane, dan dukungan dari pemain seperti Díaz bisa menjadi tambahan motivasi berarti.



