Bilal El Khannouss: Debut Liga Champions dan Mimpi Ballon d'Or di Tengah Persaingan Bundesliga
Baca dalam 60 detik
- Gelandang serang Maroko itu resmi dipermanenkan Stuttgart pada Mei lalu setelah masa pinjaman dari Leicester City berakhir.
- El Khannouss mengaku menolak tawaran klub lain demi menimba ilmu di Bundesliga, yang dinilainya paling cocok untuk pemain muda.
- Ia menyebut Kylian Mbappé, Fabián Ruiz, dan Harry Kane sebagai kandidat terkuat peraih Ballon d'Or tahun ini.

Bilal El Khannouss akhirnya merasakan atmosfer Liga Champions untuk pertama kalinya. Gelandang serang Maroko itu tampil sebagai starter saat VfB Stuttgart menghadapi Viking pada laga perdana fase liga, Kamis pekan lalu. Baginya, ini bukan sekadar penampilan biasa—melainkan puncak dari perjalanan karier yang ia bangun sejak meninggalkan akademi Genk.
El Khannouss kini berstatus pemain permanen Stuttgart setelah manajemen klub mempermanenkan statusnya dari Leicester City pada Mei 2026. Keputusan itu mengakhiri spekulasi soal masa depannya, sekaligus menegaskan komitmen Stuttgart untuk mempertahankan salah satu talenta muda paling menjanjikan di Bundesliga.
Keputusan bertahan di Stuttgart bukan tanpa godaan. Menjelang penutupan jendela transfer, sebuah tawaran datang dari klub lain yang juga berlaga di Liga Champions. El Khannouss mengaku sempat ragu, tetapi akhirnya memilih menetap. "Saya masih muda, baru 22 tahun, dan saya punya mimpi yang ingin saya perjuangkan sampai terwujud," ujarnya kepada Bundesliga.com. "Saya ingin bermain untuk klub-klub terbesar di dunia, dan saya akan terus bekerja ke arah itu. Saya rasa Stuttgart adalah tempat yang tepat untuk tumbuh dan mengambil langkah berikutnya."
Penampilan bersama Maroko di Piala Dunia 2026 menjadi titik balik. El Khannouss dipercaya tampil penuh di enam pertandingan, termasuk saat menghadapi tim-tim besar. Meski langkah Maroko terhenti di perempat final, ia menilai turnamen itu memberinya lompatan kepercayaan diri yang signifikan. "Bermain untuk Maroko di Piala Dunia sudah memberi saya dorongan besar. Rasanya luar biasa. Dengan memberikan segalanya untuk negara, saya merasa karier saya melesat," tuturnya.
Dari pengalaman itu, El Khannouss menyusun daftar pemain yang ia anggap layak meraih Ballon d'Or. Tanpa ragu, ia menyebut Kylian Mbappé, Fabián Ruiz, dan Harry Kane. Nama Kane mendapat pujian khusus. "Dia striker yang luar biasa. Bukan hanya soal gol, tapi juga bagaimana ia membantu tim dalam membangun serangan. Saya menyukainya," kata El Khannouss.
"Bundesliga sangat kompetitif dan menyerang. Hampir semua tim, dari yang baru promosi sampai Bayern, berusaha menyerang. Itu yang membuat liga ini istimewa." — Bilal El Khannouss
Soal persaingan di Bundesliga, El Khannouss menilai liga Jerman punya karakter unik. Ia membandingkannya dengan Liga Champions dan Premier League yang menurutnya lebih taktis dan defensif. "Di Bundesliga, semua orang mencoba menyerang dan memainkan sepak bola indah. Saya rasa ini lingkungan terbaik untuk pemain muda," ujarnya.
Peran pelatih Sebastian Hoeneß juga tak bisa dilepaskan. El Khannouss mengaku bergabung dengan Stuttgart terutama karena gaya sepak bola ofensif Hoeneß yang cocok dengan kualitasnya. "Dia alasan utama saya datang ke sini," akunya.
Selanjutnya, Stuttgart akan menjamu Borussia Dortmund pada Sabtu malam. El Khannouss menyadari lawan kali ini berbeda dari musim sebelumnya. "Kami sudah bekerja sepanjang pekan, akan menganalisis mereka, dan mencari kunci untuk meraih tiga poin. Tapi kami sangat percaya diri," tegasnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah El Khannouss menawarkan cermin tentang pentingnya kesabaran dalam pengembangan pemain muda. Di saat banyak talenta muda tergoda pindah ke klub besar terlalu dini, ia memilih bertahan di lingkungan yang mendukung pertumbuhannya. Stuttgart, yang konsisten finis di empat besar dan rutin berlaga di Eropa, menjadi laboratorium ideal bagi pemain yang ingin mengasah kemampuan sebelum melangkah ke level berikutnya. Pertanyaannya, akankah keputusan itu membawanya ke klub impian—atau justru mempercepat langkah menuju Ballon d'Or?



