Perburuan Tiket Eropa Bundesliga 2026/27: Stuttgart Kokoh, Leverkusen dan Frankfurt Siap Kejutkan
Baca dalam 60 detik
- Stuttgart, Hoffenheim, Leverkusen, Freiburg, dan Frankfurt diprediksi bersaing ketat memperebutkan posisi enam besar Bundesliga musim 2026/27.
- Leverkusen kehilangan Grimaldo namun kedatangan pelatih baru Carles Martínez bisa menjadi pembeda, sementara Frankfurt mengandalkan kembali Adi Hütter.
- Augsburg dan Mainz, dengan catatan impresif pelatih anyar mereka, berpotensi menjadi kuda hitam yang merebut satu tiket ke kompetisi Eropa.

Persaingan menuju kompetisi Eropa musim depan diprediksi berlangsung sengit setelah lima klub papan tengah Bundesliga melakukan perombakan besar-besaran pada bursa transfer musim panas. VfB Stuttgart, Hoffenheim, Bayer Leverkusen, Freiburg, dan Eintracht Frankfurt sama-sama mengincar posisi enam besar, dengan ambisi yang tidak hanya berhenti di level domestik.
Musim lalu, perebutan tiket Eropa berlangsung hingga pekan terakhir, dan musim 2026/27 diproyeksikan tak kalah dramatis. Bayern Munich, Borussia Dortmund, dan RB Leipzig diperkirakan tetap menguasai tiga kursi teratas, menyisakan tiga slot tersisa yang menjadi rebutan. Stuttgart, yang finis keempat musim lalu, tampil paling percaya diri dengan mempertahankan sebagian besar skuad inti mereka.
Pelatih Stuttgart, Sebastian Hoeneß, menegaskan ambisi timnya untuk bersaing di tiga front: Bundesliga, DFB-Pokal, dan Liga Champions. “Kami memasuki musim dengan target besar di semua kompetisi,” ujarnya. Sementara itu, direktur olahraga Fabian Wohlgemuth menekankan pendekatan tenang klub: “Kami tidak punya tekanan untuk membeli atau menjual pemain. Jika grup menunjukkan keinginan bekerja di level tertinggi, kesuksesan akan datang dengan sendirinya.”
Hoffenheim, yang menempati peringkat kelima, justru lebih banyak kehilangan pemain kunci seperti Grischa Prömel, Bazoumana Touré, dan Kevin Akpoguma. Meski begitu, pelatih Christian Ilzer dikenal piawai mengasah talenta muda. Direktur manajemen Andreas Schicker optimistis: “Saya yakin kami berada di jalur yang tepat dan bisa sukses lagi. Chris berhasil memberikan nilai dan tujuan yang benar-benar dipegang oleh para pemain.”
Bayer Leverkusen menghadapi tantangan besar setelah ditinggal Alejandro Grimaldo ke Atlético Madrid. Namun, kehadiran Carles Martínez sebagai pelatih anyar menjanjikan permainan menyerang yang vertikal. Direktur olahraga Simon Rolfes menargetkan posisi empat besar: “Tujuan kami adalah selalu berada di antara empat tim teratas dan mampu bersaing memperebutkan gelar.” Kembalinya Victor Boniface dari masa pinjaman di Werder Bremen juga bisa menjadi faktor penentu jika ia mampu memulihkan performa terbaiknya.
Freiburg, yang finis ketujuh, harus merelakan beberapa pemain andalan seperti Johan Manzambi, Junior Adamu, dan Merlin Röhl. Meski demikian, klub asal Black Forest ini punya reputasi dalam merekrut pemain pengganti yang cerdas, seperti Keisuke Gotō, Rihito Yamamota, dan Mio Backhaus. Pelatih Julian Schuster memuji kerja keras timnya musim lalu: “Luar biasa, kami tidak bisa cukup memuji tim atas raihan posisi ketujuh. Kami akan punya kesempatan lagi musim depan.”
Eintracht Frankfurt, yang berada di peringkat kedelapan, melakukan perubahan besar dengan menunjuk Adi Hütter sebagai pelatih. Kepergian Nathaniel Brown dan Rasmus Kristensen diimbangi kedatangan Otávio, Noel Aseko, Noah Futkeu, dan Malik Pimpong. Hütter menyambut tantangan ini dengan antusias: “Kami harus mengikuti perkembangan zaman; ekspektasi meningkat. Klub punya ambisi, dan saya juga. Saya sangat bersemangat membantu Eintracht kembali ke tempat yang kita inginkan.” Direktur olahraga Markus Krösche menambahkan, “Kami tahu apa yang tidak berjalan baik musim lalu, dan kami akan memperbaikinya agar bisa bersaing memperebutkan tiket Eropa.”
Di luar lima nama tersebut, Augsburg dan Mainz layak diwaspadai. Augsburg, yang finis kesembilan, mencatat sembilan kemenangan dan enam hasil imbang dalam 22 laga di bawah Manuel Baum sejak Desember. Dengan persiapan penuh, mereka bisa menjadi kejutan. Mainz, di bawah Urs Fischer, memiliki rekor hampir identik: sembilan menang dan tujuh imbang dari 21 pertandingan. Kedatangan Ransford-Yeboah Königsdörffer dan Eric Martel, plus dipertahankannya Nadiem Amiri, Paul Nebel, dan Kaishū Sano, membuat mereka siap bersaing.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, persaingan ini menarik untuk diikuti karena beberapa pemain Asia Tenggara berpotensi tampil di panggung Eropa. Selain itu, gaya bermain Bundesliga yang atraktif sering menjadi acuan bagi pengembangan sepak bola nasional. Dengan banyaknya perubahan di lini kepelatihan dan komposisi pemain, musim 2026/27 dipastikan menyajikan drama hingga akhir. Akankah ada tim di luar lima besar yang mampu menembus zona Eropa? Atau justru salah satu favorit akan tersingkir?



