Borussia Dortmund Rebut Bintang Muda Yunani: Konstantinos Karetsas, Pewaris Gaya Jamal Musiala?
Baca dalam 60 detik
- Borussia Dortmund resmi mengamankan jasa gelandang serang Yunani berusia 18 tahun, Konstantinos Karetsas, yang disebut-sebut sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di Eropa.
- Karetsas, yang sempat menjadi pemain termuda yang mencetak gol di liga profesional Belgia, telah mengoleksi 10 caps dan tiga gol untuk timnas Yunani sejak debutnya pada Maret 2025.
- Kedatangan Karetsas diharapkan mampu menambah kreativitas lini tengah Dortmund dan membantu tim mengejar ketertinggalan dari Bayern Munich di Bundesliga.

Borussia Dortmund resmi mengamankan jasa salah satu talenta muda paling diburu di Eropa, Konstantinos Karetsas. Gelandang serang berusia 18 tahun asal Yunani ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang yang mampu mengangkat performa tim di Bundesliga dan kompetisi Eropa.
Karetsas, yang lahir di Belgia namun memilih membela timnas Yunani, memiliki perjalanan karier yang menarik. Ia sempat menimba ilmu di akademi Anderlecht selama dua setengah tahun sebelum kembali ke klub kampung halamannya, Genk. Di sana, ia mencatatkan debut profesional pada usia 16 tahun dan langsung mencuri perhatian publik sepak bola Belgia.
Pada musim 2023/24, Karetsas menjadi pemain termuda yang mencetak gol di kompetisi profesional Belgia saat usianya baru 15 tahun. Setelah tampil impresif di tim muda Genk, ia dipromosikan ke tim utama. Total 68 penampilan di Jupiler Pro League membuktikan kapasitasnya sebagai playmaker kreatif, dengan torehan 11 assist pada musim 2025/26. Ia juga berkontribusi signifikan di kancah Eropa dengan tujuh gol atau assist dalam kampanye Liga Europa Genk.
Keputusan Karetsas untuk berpindah kewarganegaraan dari Belgia ke Yunani menjadi langkah berani yang membuahkan hasil. Debutnya bersama timnas Yunani terjadi pada Maret 2025 dalam play-off Nations League melawan Skotlandia, dan ia langsung mencetak gol pada leg kedua. Hingga saat ini, ia telah mengoleksi tiga gol dalam sepuluh penampilan internasional, menandakan awal yang menjanjikan untuk karier internasionalnya.
Gaya bermain Karetsas kerap dibandingkan dengan bintang Bayern Munich, Jamal Musiala. Kemampuannya melewati lawan dengan elegan, determinasi untuk menusuk ke kotak penalti, serta visi umpan terobosan yang tajam menjadi senjata utamanya. Dortmund berharap kehadirannya mampu memberikan dimensi baru dalam serangan dan membantu tim bersaing lebih ketat dengan Bayern Munich di puncak klasemen.
Di balik kesuksesannya, ada sosok Thorsten Fink, pelatih Genk yang memberinya kesempatan debut di tim utama. Menariknya, Fink lahir di Dortmund dan pernah menjadi bagian dari kesuksesan Bayern Munich meraih Liga Champions 2000/01. Kini, Karetsas siap mengikuti jejak sang mentor dengan membela klub yang menjadi tempat kelahiran Fink.
Direktur olahraga Borussia Dortmund, Ole Book, memberikan pujian tinggi kepada Karetsas. Menurutnya, pemain yang akrab disapa Kos ini memiliki kreativitas dan kecerdasan bermain yang akan memperkaya tim. Book juga menyoroti kemampuan teknisnya yang mumpuni serta kecakapan dalam menemukan solusi cepat di ruang sempit, terutama di sepertiga akhir lapangan.
Mantan pemain timnas Skotlandia, Pat Nevin, yang sempat berbincang dengan pelatih Steve Clarke setelah pertandingan debut Karetsas, juga mengakui keistimewaan pemain muda ini. Nevin menilai Karetsas adalah sosok spesial yang perlu mendapat perhatian ketat dari lawan-lawannya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kedatangan Karetsas ke Dortmund menjadi tontonan menarik. Bundesliga memang selalu menjadi liga yang ramah bagi pemain muda berbakat, dan Karetsas diharapkan bisa mengikuti jejak pemain Asia seperti Shinji Kagawa yang sukses di Dortmund. Pertanyaannya, apakah Karetsas mampu langsung bersinar di musim pertamanya atau butuh waktu untuk beradaptasi dengan kerasnya persaingan di Jerman? Semua akan terjawab seiring bergulirnya musim 2026/27.



