Como dan Mainz 05 Nego Intensif: Stefan Posch Siap Ditebus Permanen
Baca dalam 60 detik
- Negosiasi antara Como dan Mainz 05 memasuki tahap akhir untuk mempermanenkan status Stefan Posch.
- Bek asal Austria itu tampil impresif di Mainz dengan 20 penampilan dan 2 gol selama masa pinjaman.
- Kesepakatan diprediksi rampung dalam 24 jam, dengan nilai transfer yang diperkirakan mencapai €6 juta.

Liga Italia dan Bundesliga tengah diramaikan kabar transfer yang nyaris final: Como 1907 dikabarkan sepakat melepas bek internasional Austria, Stefan Posch, ke Mainz 05 secara permanen. Proses negosiasi yang berlangsung intensif dalam beberapa hari terakhir disebut-sebut akan mencapai titik terang dalam waktu kurang dari 24 jam.
Posch, yang kini berusia 29 tahun, sejatinya baru bergabung dengan Como pada 2025. Kala itu, ia datang dengan status pinjaman dari Bologna sebelum akhirnya ditebus dengan total biaya mencapai €6 juta. Namun, kariernya di klub yang bermarkas di Stadio Giuseppe Sinigaglia itu tidak berjalan mulus. Ia hanya mencatatkan 15 penampilan dan satu gol sebelum akhirnya dipinjamkan ke Mainz pada Januari 2026.
Di Mainz, performa Posch justru menanjak. Dalam 20 laga kompetitif, ia berhasil menyumbang dua gol dan menjadi pilar penting di lini pertahanan. Ketajamannya di udara dan kemampuan membaca permainan membuat pelatih Mainz enggan melepasnya. Klub asal Rhineland-Palatinate itu pun bertekad mengunci pemain yang juga tampil di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Austria tersebut.
Kabar ini diperkuat oleh laporan dari jurnalis transfer kenamaan, Florian Plettenberg dari Sky Sports Deutschland dan Alfredo Pedullà dari Sportitalia. Keduanya meyakini bahwa kesepakatan akan segera diumumkan. “Intensitas negosiasi sangat tinggi, kedua klub saling bertukar dokumen dan tinggal menunggu tanda tangan,” demikian kira-kira inti pernyataan mereka yang dikutip media Italia.
Bagi Como, melepas Posch bukanlah keputusan sulit. Pemain yang kontraknya masih mengikat hingga 2029 itu justru menjadi beban gaji yang tidak sebanding dengan kontribusinya di lapangan. Dengan penjualan ini, Como berpotensi meraup keuntungan bersih, mengingat nilai pasar Posch yang sempat menurun akibat minimnya menit bermain. Sementara itu, Mainz mendapatkan bek berpengalaman yang siap bersaing di kompetisi Eropa, jika mereka berhasil mempertahankan posisi papan atas Bundesliga musim ini.
Dari perspektif Indonesia, kabar ini mungkin terasa jauh, tetapi memiliki relevansi tersendiri. Perpindahan pemain antar liga Eropa kerap menjadi tolok ukur dinamika bursa transfer global. Bagi para penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti Liga Italia atau Bundesliga, kepindahan Posch bisa menjadi sinyal bahwa klub-klub kasta kedua Eropa semakin agresif dalam membangun skuad. Selain itu, kisah Posch yang sempat tersisih lalu bangkit di klub lain bisa menjadi pelajaran berharga bagi pemain muda Indonesia yang bercita-cita berkarier di Eropa: konsistensi dan adaptasi adalah kunci.
Jika transfer ini tuntas, Posch akan menjadi rekrutan permanen kedua Mainz pada bursa Januari 2026 setelah sebelumnya mereka mendatangkan pemain lain. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan performa apiknya dan menjadi fondasi pertahanan Mainz dalam jangka panjang? Atau akankah ia kembali menjadi pemain pelengkap seperti saat di Como? Jawabannya akan terungkap di sisa musim ini.



