Rob Key Buka Peluang Stokes Comeback di Ashes 2025: 'Segalanya Mungkin'
Baca dalam 60 detik
- Direktur kriket Inggris, Rob Key, mengisyaratkan Ben Stokes bisa kembali dari pensiun internasional untuk Ashes 2025 di kandang.
- Perombakan besar di tubuh timnas Inggris: Stephen Fleming ditunjuk sebagai pelatih baru, Joe Root kembali memegang ban kapten.
- Keputusan Fleming yang baru mulai bertugas Desember menuai kritik, namun Key yakin dengan arah baru yang diambil.

LONDON โ Direktur kriket pria Inggris, Rob Key, menyatakan tidak akan terkejut jika Ben Stokes mencabut keputusan pensiunnya dari tim nasional. Pernyataan ini muncul di tengah gejolak besar yang melanda skuad Three Lions, yang baru saja berganti pelatih dan kapten dalam waktu singkat.
Stokes, yang genap berusia 35 tahun, mengumumkan pensiun dari kriket internasional pada Juni lalu, tepat setelah Inggris menelan kekalahan seri 1-2 dari Selandia Baru. Keputusan itu diambil setelah ia terlibat insiden pelanggaran jam malam di sebuah klub malam London, yang kemudian membuatnya absen pada Tes kedua. Meski akhirnya dinyatakan tidak bersalah, Stokes mengakui kontroversi tersebut mempercepat keinginannya untuk mengakhiri karier internasionalnya.
Kekosongan yang ditinggalkan Stokes kini menjadi pekerjaan rumah bagi Joe Root, yang kembali ditunjuk sebagai kapten Tes setelah sebelumnya memegang peran tersebut pada 2017-2022. Root menggantikan Stokes yang pensiun, sementara kursi pelatih yang ditinggalkan Brendon McCullum kini diisi oleh Stephen Fleming, mantan kapten Selandia Baru yang sukses menukangi Chennai Super Kings di IPL.
Key, yang telah menjabat sebagai direktur sejak April 2022, menegaskan pintu tetap terbuka bagi Stokes untuk kembali, terutama untuk seri Ashes di kandang melawan Australia musim panas mendatang. "Akan menjadi cerita yang brilian jika dia melakukannya. Segalanya mungkin terjadi dengan Ben," ujar Key kepada Sky Sports News. Namun, ia mengakui belum ada indikasi dari Stokes bahwa ia berniat membatalkan keputusannya.
Mantan kapten Inggris, Michael Vaughan, percaya bahwa penunjukan Fleming dan kembalinya Root sebagai kapten bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi Stokes. "Kesulitan Root adalah membangun struktur tim tanpa pemain serba bisa seperti Stokes. Saya hanya bertanya-tanya, mungkinkah mimpi itu terjadi tahun depan? Ben mungkin kembali," kata Vaughan kepada BBC Sport.
"Kami ingin menciptakan sistem yang memastikan kriket Inggris tidak hanya sukses, tetapi juga berkelanjutan. Fleming akan membawa semua itu." โ Rob Key
Fleming, yang belum pernah menangani tim nasional, dianggap sebagai pilihan tepat untuk membangun tim yang mampu bersaing dengan Australia. Key mengungkapkan bahwa ada tiga atau empat kandidat lain, termasuk Andy Flower yang mengundurkan diri, sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan pada Fleming. Meski begitu, keputusan memecat McCullum dan penundaan tugas Fleming hingga Desember menuai kritik. Sebagian pihak menilai Inggris menyia-nyiakan musim panas. Key membantah keras anggapan tersebut.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, perkembangan ini menarik untuk disimak, terutama dengan semakin dekatnya hubungan kriket Asia Selatan dengan Inggris. Fleming, yang pernah bermain dan melatih di IPL, diharapkan mampu membawa pengalaman berharga dalam menghadapi tim-tim Asia. Sementara itu, kembalinya Root sebagai kapten memberikan stabilitas, meski tantangan besar menanti: membangun tim tanpa sosok sekaliber Stokes.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Stokes benar-benar akan kembali untuk Ashes, atau justru memilih menikmati masa pensiunnya. Dengan Fleming yang baru mulai bekerja pada Desember, Inggris memiliki waktu untuk mematangkan strategi. Namun, jika Stokes kembali, itu akan menjadi salah satu comeback paling dinanti dalam sejarah kriket modern. Apakah Inggris siap menyambut sang pahlawan?



