Liga Skotlandia Kembali ke Duel Dua Kutub? O'Neill vs McInnes Jadi Sajian Utama
Baca dalam 60 detik
- Musim baru Scottish Premiership diprediksi kembali menjadi persaingan ketat antara Celtic dan Rangers di bawah nahkoda anyar.
- Kejutan Hearts musim lalu sulit terulang karena klub-klub penantang tengah dalam masa transisi dan perombakan skuad.
- Fokus juga tertuju pada upaya otoritas sepak bola Skotlandia menertibkan perilaku suporter dan kualitas pengadilan setelah kontroversi musim lalu.

Liga Utama Skotlandia kembali bergulir dengan prediksi yang hampir bulat: perebutan gelar akan kembali menjadi milik dua raksasa Glasgow, Celtic dan Rangers. Namun, musim lalu memberikan pelajaran berharga bahwa kejutan selalu mungkin terjadi, meski kali ini para penantang dihadapkan pada realitas transisi yang berat.
Musim 2024-2025 menyisakan cerita dramatis yang sulit dilupakan. Hearts, di bawah asuhan manajer baru, nyaris meruntuhkan dominasi Old Firm dan memaksa persaingan gelar berlanjut hingga menit-menit akhir. Namun, kebangkitan tersebut lahir dari kombinasi luar biasa antara performa tim dan ketidakstabilan internal Celtic serta Rangers. Kini, dengan Martin O'Neill di Celtic dan Derek McInnes di Rangers, kedua tim memiliki nahkoda berpengalaman yang diprediksi mampu meminimalisir kesalahan.
O'Neill, yang kembali menukangi Celtic untuk kedua kalinya, membawa reputasi sebagai manajer yang tak kenal kompromi. Ia menggantikan Brendan Rodgers yang dipecat di tengah musim setelah serangkaian hasil buruk. Di sisi lain, Rangers menunjuk McInnes, sosok pragmatis yang dikenal mampu membangun tim yang solid dan disiplin. Keduanya diyakini akan menghadirkan persaingan yang lebih ketat dan berkualitas dibanding musim lalu.
Namun, pertanyaan besarnya adalah: akankah ada tim ketiga yang mampu ikut mengganggu? Hearts, yang musim lalu tampil mengejutkan, kini harus beradaptasi dengan kepergian sejumlah pemain kunci dan era baru di bawah kepelatihan yang berbeda. Motherwell juga kehilangan beberapa pilar utama, sementara Aberdeen dan Hibernian masih berkutat dengan masalah konsistensi. Falkirk, yang finis di enam besar, tentu akan menganggap pengulangan pencapaian tersebut sebagai sebuah sukses besar.
Di luar persaingan di atas kertas, musim ini juga akan menjadi ujian bagi kredibilitas otoritas sepak bola Skotlandia. Insiden memalukan yang mewarnai akhir musim lalu, seperti invasi suporter Celtic ke lapangan saat perayaan gelar yang memicu konfrontasi dengan pemain Hearts, serta kontroversi keputusan wasit, menjadi sorotan tajam. SFA dan Liga Profesional Skotlandia (SPFL) telah diberi rekomendasi untuk menjatuhkan sanksi tegas, termasuk penutupan tribun, namun banyak pihak meragukan konsistensi penerapannya.
Bagi pengamat sepak bola di Indonesia, dinamika Liga Skotlandia menawarkan pelajaran tentang bagaimana kompetisi domestik bisa berjalan ketat meski didominasi dua klub besar. Model pengelolaan liga yang transparan dan penegakan disiplin yang konsisten menjadi catatan penting, terutama ketika kompetisi di tanah air masih berjuang meningkatkan kualitas dan citra.
Dengan segala dinamika yang ada, prediksi musim ini mengerucut pada duel sengit antara O'Neill dan McInnes. Pertanyaan yang menggantung: akankah ada lagi kejutan seperti yang dilakukan Hearts musim lalu, atau justru persaingan akan berjalan sesuai skenario dan kembali menjadi milik dua raksasa Glasgow? Musim akan menjawabnya.



