Setelah Gagal di Bellingham, Manchester United Incar Bintang Muda Arsenal yang Dijuluki 'Bellingham Baru'
Baca dalam 60 detik
- Manchester United dikabarkan tengah menjajaki transfer Myles Lewis-Skelly dari Arsenal, pemain muda Inggris berusia 19 tahun yang disebut memiliki karakter mirip Jude Bellingham.
- Langkah ini merupakan bagian dari strategi baru INEOS yang lebih agresif di bursa pemain muda setelah kerap kehilangan target besar seperti Bellingham, Haaland, dan Kane.
- Jika berhasil, perekrutan Lewis-Skelly bersama Lewis Hall bisa menjadi sinyal kebangkitan United di kancah domestik, sekaligus pelajaran bagi klub Indonesia tentang pentingnya investasi jangka panjang.

Manchester United kembali berupaya membangun skuad masa depan dengan mengincar gelandang muda Arsenal, Myles Lewis-Skelly. Pemain berusia 19 tahun yang telah menembus timnas Inggris itu disebut-sebut memiliki karakter permainan yang mengingatkan pada Jude Bellingham, sebuah perbandingan yang mencuat dari analisis Jamie Carragher. Langkah ini muncul di tengah kesadaran bahwa Old Trafford telah lama kehilangan daya tarik untuk mendatangkan superstar, sebuah situasi yang ingin diubah oleh pemilik baru, INEOS.
Sejak era Sir Alex Ferguson berakhir, United kerap gagal bersaing mendapatkan pemain top dunia. Kegagalan paling menyakitkan terjadi pada 2020 ketika Jude Bellingham memilih Borussia Dortmund daripada panggung Old Trafford. Keputusan itu terbukti tepat, karena Bellingham kini menjadi bintang Real Madrid dan timnas Inggris. Nasib serupa menimpa Erling Haaland yang memilih Dortmund sebelum akhirnya bersinar di Manchester City, serta Harry Kane yang hijrah ke Bayern Munchen pada 2023. Kekalahan beruntun ini menjadi pengingat bahwa United tidak lagi menjadi magnet utama bagi talenta muda.
Kini, dengan arahan INEOS, pendekatan yang lebih berani mulai terlihat. Setelah sukses merekrut Ayden Heaven dari Arsenal dengan harga murah, United dikabarkan mengincar Lewis-Skelly. Menurut laporan Miguel Delaney dari The Independent, United telah memantau pemain yang bisa bermain sebagai bek kiri maupun gelandang tengah ini sejak lama. Ketertarikan ini beriringan dengan upaya mendatangkan Lewis Hall dari Newcastle United, yang mengindikasikan bahwa INEOS melihat masa depan lini tengah United akan dihuni pemain-pemain muda berbakat.
Lewis-Skelly sendiri baru menembus tim utama Arsenal pada September 2024. Meski sempat tersingkir, ia tampil impresif di penghujung musim lalu, termasuk menjadi starter di final Liga Champions. Jamie Carragher, legenda Liverpool, menilai Lewis-Skelly memiliki 'sedikit sifat Bellingham' karena keberanian dan ketenangannya di panggung besar. Data statistik pun mendukung: ia masuk 10 persen bek terbaik di Eropa untuk dribel produktif, dan tiga persen teratas untuk peluang tercipta di Liga Champions. Kombinasi skill dan mentalitas ini yang membuat United yakin ia layak menjadi investasi jangka panjang.
Bagi sepak bola Indonesia, kabar ini menjadi pengingat bahwa pembinaan usia muda adalah kunci. Klub-klub seperti Persija atau Persib bisa belajar dari kegigihan United yang tak pantang menyerah mengejar talenta muda meski sering gagal. Jika Lewis-Skelly berhasil direkrut, ia bukan hanya akan memperkuat lini tengah United, tetapi juga menjadi simbol bahwa era baru di Old Trafford telah dimulai. Pertanyaannya, akankah INEOS mampu menyelesaikan deal ini di tengah persaingan ketat bursa transfer musim panas?
"Dia punya sedikit sifat Bellingham," ujar Jamie Carragher, menggambarkan keberanian Lewis-Skelly di laga-laga besar.
Jika kedua pemain muda ini mendarat di Old Trafford, United tidak hanya akan tampil lebih segar, tetapi juga mengirim pesan bahwa mereka serius membangun kembali kejayaan. Namun, persaingan dengan klub-klub kaya lainnya akan menjadi ujian nyata bagi strategi INEOS. Apakah kegigihan ini cukup untuk mengembalikan United ke papan atas? Atau akankah ini menjadi kisah 'hampir' lainnya yang menghantui para penggemar?



