Singapura Perpanjang Jalur MRT Bawah Tanah Terpanjang: Fase 3 Cross Island Line Hadirkan 4 Stasiun Baru untuk Kawasan Industri Barat
Baca dalam 60 detik
- Fase 3 Cross Island Line (CRL) akan menambah empat stasiun baru yang menghubungkan Taman Jurong dan kawasan industri barat Singapura, dengan total panjang jalur mencapai 67 km.
- Pembangunan fase ini akan memangkas waktu tempuh secara signifikan, misalnya dari Sin Ming Gardens ke Jurong Pier berkurang hingga 50 menit, sekaligus mengatasi kesulitan rekrutmen pekerja di kawasan barat.
- Proyek yang ditargetkan beroperasi pada akhir 2030-an ini akan memperkuat ketahanan jaringan MRT Singapura dengan 11 dari 26 stasiunnya menjadi interchange, serta didukung depo baru di lokasi Raffles Country Club.

Pemerintah Singapura resmi mengumumkan penambahan empat stasiun baru pada Fase 3 Cross Island Line (CRL), sebuah langkah strategis yang akan menghubungkan kawasan permukiman Taman Jurong dengan pusat-pusat industri di bagian barat negara kota tersebut. Pengumuman ini disampaikan Menteri Transportasi Jeffrey Siow pada Jumat (31/7) saat meninjau Singapore Rail Test Centre, menandai babak baru dalam upaya memperluas jaringan kereta bawah tanah terpanjang di Singapura.
Fase 3 ini akan membentang sekitar 10 kilometer dan menghubungkan CRL dengan East-West Line di stasiun Gul Circle, sekaligus menyediakan interchange menuju Jurong Region Line. Dengan demikian, total panjang CRL akan mencapai sekitar 67 kilometer, menjadikannya jalur MRT bawah tanah terpanjang kedelapan sekaligus yang terpanjang di Singapura. Proyek ini dijadwalkan memulai konstruksi tahun depan dan ditargetkan beroperasi pada akhir dekade 2030-an.
Langkah ini bukan sekadar perluasan infrastruktur, melainkan jawaban atas masalah kronis yang dihadapi kawasan industri barat: kesulitan menarik tenaga kerja akibat akses transportasi yang buruk. Vincent Lim, ketua komite warga Taman Jurong, mengungkapkan bahwa banyak perusahaan di barat kesulitan merekrut karyawan karena perjalanan dari timur memakan waktu lebih dari satu jam. โKonektivitas dari CR20 ke CR23 sangat baik, hanya tiga hingga empat stasiun,โ ujarnya, menyoroti bagaimana fase ini akan mengubah pola mobilitas pekerja.
Dampak penghematan waktu sangat nyata. Sebagai gambaran, perjalanan dari Sin Ming Gardens ke Jurong Pier akan dipangkas hingga 50 menit. Bagi pekerja yang selama ini mengandalkan bus antar-jemput perusahaan, kehadiran stasiun-stasiun baru ini akan menjadi angin segar. Tiga stasiun selain Gul Circle untuk sementara diberi label CR20, CR21, dan CR22. CR20 akan berlokasi di Jalan Terusan dekat Jurong Lake Gardens, melayani kawasan perumahan dan fasilitas umum; CR21 di Jalan Buroh akan menjadi gerbang menuju Jurong Island; sementara CR22 di ujung timur Gul Circle akan mendukung pengembangan kawasan Benoi dan Gul.
Menteri Siow menekankan peran CRL dalam memperkuat ketahanan jaringan MRT secara keseluruhan. Dari 26 stasiun CRL, 11 di antaranya akan menjadi interchange, memberikan alternatif rute bagi penumpang saat terjadi gangguan layanan. โIni akan secara signifikan memperkuat ketahanan seluruh jaringan MRT kami,โ katanya. โSelama gangguan layanan, lebih banyak penumpang akan memiliki rute alternatif tanpa harus keluar dari jaringan MRT.โ
Untuk mendukung proyek ini, Singapore Land Authority (SLA) telah menggazetkan pengambilalihan tujuh properti industri secara penuh dan delapan properti secara parsial. Pengambilalihan parsial sebagian besar hanya memengaruhi elemen tambahan seperti jalur hijau dan pagar pembatas, sehingga operasional bisnis dapat terus berjalan tanpa relokasi. LTA akan memulihkan struktur yang terdampak setelah pekerjaan selesai. โSLA dan LTA akan bekerja sama dengan pihak-pihak yang terdampak dan membantu mereka melalui proses pengambilalihan,โ demikian pernyataan kedua lembaga tersebut.
Selain stasiun, fase ini juga mencakup pembangunan depo kereta kedua di lokasi bekas Raffles Country Club. Depo ini akan menyediakan fasilitas perawatan dan penyimpanan untuk armada kereta, serta terintegrasi dengan depo bus bertingkat yang dilengkapi area parkir, pengisian daya, dan perawatan bus umum. Langkah ini menunjukkan pendekatan terpadu dalam pengelolaan transportasi massal Singapura.
Bagi Indonesia, pengembangan infrastruktur MRT Singapura ini menjadi cermin bagaimana investasi jangka panjang di transportasi publik dapat mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Jakarta yang tengah membangun MRT fase 2 dan 3 dapat mengambil pelajaran tentang pentingnya integrasi antarmoda dan perencanaan yang matang. Pertanyaannya, akankah Indonesia mampu meniru ketepatan waktu dan efisiensi Singapura dalam mewujudkan proyek sebesar ini? Dengan Fase 1 CRL yang ditargetkan rampung 2030 dan Fase 2 pada 2032, Singapura terus membuktikan bahwa visi transportasi yang ambisius dapat direalisasikan secara bertahap dan terukur.



