McDonald's Korea Tarik Burger Jagung dari Pasaran Setelah Temuan Batu Kecil
Baca dalam 60 detik
- McDonald's Korea menghentikan penjualan burger croquette jagung Chungju setelah tiga laporan konsumen menemukan partikel keras.
- Produk yang baru diluncurkan 9 Juli itu seharusnya dijual hingga 12 Agustus, tetapi ditarik lebih awal karena keluhan.
- Langkah ini menyoroti risiko kontrol kualitas pada menu lokal yang menggunakan bahan baku pertanian, dengan implikasi bagi rantai pasok global.

McDonald's Korea secara resmi menghentikan penjualan burger edisi khusus yang menggunakan jagung lokal setelah sejumlah pelanggan mengeluhkan menemukan batu kecil saat menyantap produk tersebut. Keputusan ini diumumkan pada 2 Agustus, menyusul laporan yang masuk sejak pertengahan Juli.
Produk yang bernama Chungju Corn Cheese Croquette Burger ini mulai dijual pada 9 Juli dan seharusnya tersedia hingga 12 Agustus. Namun, karena adanya tiga atau lebih keluhan serupa, perusahaan menerapkan kebijakan internal yang mewajibkan penarikan segera. Seorang pejabat McDonald's Korea menyatakan bahwa produk tidak akan dijual kembali, dan investigasi sedang dilakukan bersama petani serta pemasok untuk mencari sumber partikel asing tersebut.
Burger ini merupakan bagian dari seri "Taste of Korea" yang diluncurkan sejak 2021, yang bertujuan menonjolkan bahan-bahan khas daerah dan mendukung komunitas petani lokal. Sejak diluncurkan, lebih dari satu juta unit burger croquette jagung telah terjual, menunjukkan popularitasnya di pasar Korea Selatan. Namun, insiden ini menjadi ujian bagi komitmen perusahaan terhadap kualitas dan keamanan pangan.
Fenomena penarikan produk akibat kontaminasi fisik sebenarnya bukan hal baru di industri makanan cepat saji. Namun, kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan bahan baku lokal yang menjadi kebanggaan daerah. Di Korea Selatan, di mana kepercayaan konsumen terhadap keamanan pangan sangat tinggi, penanganan yang cepat dan transparan menjadi krusial untuk menjaga reputasi merek.
Bagi Indonesia, kasus ini memberikan pelajaran penting tentang pengelolaan rantai pasok makanan cepat saji. Dengan semakin populernya menu lokal di berbagai negara, termasuk Indonesia yang memiliki kekayaan bahan pangan lokal, kontrol kualitas yang ketat menjadi keharusan. McDonald's Indonesia sendiri telah sukses dengan menu seperti Beef Teriyaki atau Nasi Uduk, dan insiden di Korea bisa menjadi pengingat untuk selalu memastikan bahan baku lokal memenuhi standar keamanan.
Menurut analis industri makanan, langkah McDonald's Korea untuk segera menarik produk dan berinvestasi dalam investigasi adalah respons yang tepat. "Dalam industri makanan, kecepatan respons terhadap keluhan konsumen sangat menentukan kepercayaan publik," ujar seorang pengamat yang tidak ingin disebutkan namanya. "Penarikan yang cepat, meskipun merugikan secara finansial, lebih baik daripada risiko kesehatan yang lebih besar."
Ke depan, pertanyaannya adalah bagaimana McDonald's akan mengembalikan kepercayaan konsumen Korea terhadap seri Taste of Korea. Apakah mereka akan memperketat proses sortir bahan baku, atau bahkan mengganti pemasok? Sementara itu, bagi konsumen di Indonesia, kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan pangan harus selalu menjadi prioritas utama, baik bagi perusahaan multinasional maupun lokal.



