Barcelona Incar Rekor 58 Tahun di El Clasico, Madrid Jadi Korban?
Baca dalam 60 detik
- Barcelona menyapu sembilan laga awal La Liga 2026/2027 tanpa cela, menyamai capaian Real Madrid pada 1968/1969.
- Kemenangan atas Real Madrid di El Clasico akan mencatatkan rekor 10 kemenangan beruntun pembuka musim yang belum pernah terjadi di Spanyol.
- Lini belakang Blaugrana masih rapuh dengan hanya satu clean sheet dalam tujuh pertandingan terakhir, menjadi titik lemah yang bisa dieksploitasi Madrid.

Barcelona berpeluang menorehkan sejarah baru sekaligus mempermalukan rival abadinya, Real Madrid, pada laga El Clasico di La Liga pekan depan. Pasukan Hansi Flick tinggal selangkah lagi memecahkan rekor kemenangan beruntun pembuka musim yang telah bertahan selama 58 tahun.
Barcelona saat ini sedang berada di puncak performa. Kemenangan 5-2 atas Real Betis pada Sabtu (17/10/2026) menjadi kemenangan kesembilan mereka secara beruntun di La Liga musim ini. Belum ada tim mana pun dalam sejarah kompetisi kasta tertinggi Spanyol yang mampu mengawali musim dengan 10 kemenangan beruntun. Hanya Barcelona musim ini dan Real Madrid pada musim 1968/1969 yang mencatatkan sembilan kemenangan beruntun di awal musim.
Menariknya, Barcelona berpeluang melewati rekor tersebut tepat ketika menghadapi Real Madrid di El Clasico pada Senin (26/10/2026) dini hari WIB. Jika menang, Blaugrana bukan hanya memperpanjang tren positif, tetapi juga melampaui rekor yang selama hampir enam dekade menjadi milik Los Blancos.
Produktivitas gol Barcelona musim ini memang luar biasa. Kemenangan atas Real Betis menjadi kali keenam mereka mencetak lima gol atau lebih dalam satu pertandingan. Sebagai perbandingan, Real Madrid hanya tiga kali mencetak lima gol atau lebih sejak awal musim lalu. Rata-rata 4,3 gol per pertandingan di semua kompetisi menunjukkan bahwa serangan Barcelona tidak bergantung pada satu pemain. Bahkan saat Raphinha absen, Lamine Yamal dan rekan-rekannya tetap mampu membongkar pertahanan lawan.
Meski demikian, Barcelona masih memiliki pekerjaan rumah jelang El Clasico. Gelandang Rodri mengingatkan rekan-rekannya agar tidak terlena dengan rentetan kemenangan. "Tim secara konsisten menunjukkan potensi menyerang yang kami miliki, tetapi kami terlalu sering kebobolan. Ini adalah area yang masih bisa kami tingkatkan," ujar Rodri setelah Barcelona kemasukan dua gol saat menghadapi Real Betis.
Catatan pertahanan Blaugrana memang belum meyakinkan. Selain hanya satu clean sheet dalam tujuh laga terakhir, Barcelona juga belum mampu mencatatkan clean sheet di Liga Champions sejak April 2025. Pendekatan taktik Flick yang mengandalkan tekanan tinggi dan agresivitas dalam merebut bola membuat Barcelona mampu menekan lawan di area pertahanan mereka sendiri, tetapi juga menyisakan ruang besar di belakang barisan pertahanan.
Pertanyaan besarnya, apakah Barcelona mampu mengatasi kerapuhan lini belakang dan mencatatkan sejarah di hadapan Real Madrid? Atau justru Los Blancos yang akan membuyarkan pesta tersebut? El Clasico pekan depan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi Barcelona.



