Libur Sekolah Makin Dekat, Karnival Wisata Johor Jadi Panggung Promosi Paket Hemat Keluarga
Baca dalam 60 detik
- Karnival Cuti-Cuti Malaysia 2026 di Johor Bahru menawarkan beragam paket wisata domestik dengan diskon khusus, menarik minat keluarga yang merencanakan liburan sekolah.
- Destinasi seperti Desaru Fruit Farm, Belum Rainforest Resort, dan Encore Melaka memanfaatkan ajang ini untuk menggaet pengunjung dengan penawaran harga spesial dan fasilitas tambahan.
- Roadshow yang akan berlanjut ke beberapa kota di Malaysia ini diharapkan mendongkrak kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara sejalan dengan kampanye Visit Malaysia 2026.

Menjelang libur sekolah, gelaran Star Karnival Cuti-Cuti Malaysia 2026 di Paradigm Mall, Johor Bahru, menjadi magnet bagi keluarga yang mencari paket liburan terjangkau. Ajang yang berlangsung sejak akhir pekan ini menghadirkan puluhan stan dari berbagai operator wisata, hotel, dan atraksi keluarga, menawarkan diskon khusus yang sulit ditemukan di luar acara.
Salah satu pengunjung, Kopral Mohd Razi Rosly dari Batalion Kelima Pasukan Gerakan Umum, mengaku terbantu dengan adanya karnival ini. Bersama istri dan dua anaknya yang masih berusia lima dan enam tahun, ia sedang mempertimbangkan liburan ke pantai timur seperti Pahang dan Terengganu. "Setelah melihat paket yang ditawarkan di sini, ada beberapa yang menarik dan sesuai anggaran kami," ujarnya. Karnival ini, lanjut dia, memudahkan perbandingan paket dan destinasi dalam satu atap.
Desaru Fruit Farm, salah satu peserta pameran, menawarkan tur setengah hari dengan tiket dewasa RM200 dan anak-anak (3-11 tahun) RM150, lebih murah dari harga normal. Manajer penjualannya, Cindy Er, menjelaskan pengunjung bisa menikmati kebun buah seluas 72,8 hektare dengan lebih dari 100 varietas, serta aktivitas seperti ATV, kebun binatang mini, dan memberi makan ikan. "Kami juga memberikan kebebasan memilih tanggal kunjungan," tambahnya.
Bagi pencinta alam, Belum Rainforest Resort di Gerik, Perak, menawarkan suasana hutan hujan tropis dengan air terjun. Manajer pemasaran Nor Farith Fathila Ghazali menyebut okupansi resort bisa mencapai 80 persen menjelang libur sekolah, sehingga pengunjung disarankan memesan lebih awal. Akses ke resort dapat ditempuh melalui Penang, Ipoh, atau Kuala Kangsar dengan layanan penjemputan.
Sementara itu, Encore Melaka, atraksi seni pertunjukan imersif dengan auditorium berputar 360 derajat, memanfaatkan karnival untuk memperkenalkan produknya. Manajer penjualan senior The Pines Melaka, Md Hafiz Md Said, menyebut pertunjukan berdurasi 70 menit ini menampilkan sejarah dan budaya Melaka dengan efek proyeksi dan pencahayaan. Tiket reguler dijual RM78 untuk dewasa dan RM48 untuk anak-anak, tetapi pengunjung karnival mendapat harga khusus RM68. "Kami berharap karnival ini meningkatkan kesadaran akan Encore Melaka sebagai destinasi wisata budaya," ujarnya.
Trinidad Hospitality Group, yang mengelola delapan properti di Kuala Lumpur, Melaka, Pahang, Langkawi, dan Puteri Harbour, juga turut serta. Asisten direktur penjualannya, Nur Shalina Mokhtar, mengatakan mereka menawarkan berbagai pilihan akomodasi untuk segmen keluarga dan korporat. Selain itu, stan-stan kuliner menjajakan cendol gula apong, karipap, keropok lekor, dan kek lapis, menambah semarak suasana.
Karnival ini merupakan bagian dari enam rangkaian acara yang digagas Star Media Group, Tourism Malaysia, dan pemerintah Johor, sejalan dengan kampanye Visit Malaysia 2026 dan Visit Johor 2026. Direktur Jenderal Tourism Malaysia, Mohd Amirul Rizal Abdul Rahim, yang meresmikan acara, menegaskan bahwa karnival menjadi platform bagi pelaku industri pariwisata untuk mempromosikan produk mereka. "Kami mendorong masyarakat untuk datang dan mencari tahu destinasi menarik di dalam negeri," katanya.
Setelah Johor Bahru, roadshow akan berlanjut ke Kota Kinabalu (14-16 Agustus), lalu Penang, Petaling Jaya, dan Kuching. Bagi keluarga Indonesia yang berencana liburan ke Malaysia, karnival ini bisa menjadi referensi paket wisata hemat. Namun, pertanyaannya, apakah promosi serupa juga akan hadir di Indonesia untuk menarik wisatawan Malaysia? Hal ini menjadi peluang bagi pelaku industri wisata Tanah Air untuk berinovasi.



