Kapal Terbakar di Laut Jawa: 5 Tewas, 41 Hilang, Evakuasi Terkendala Material Mudah Terbakar
Baca dalam 60 detik
- Insiden kapal terbakar di perairan Indonesia menewaskan sedikitnya lima orang dan 41 lainnya belum ditemukan.
- Proses evakuasi terhambat karena empat kapal penyelamat tak bisa mendekat akibat risiko material mudah terbakar di kapal.
- Kejadian ini menambah daftar panjang kecelakaan laut di Indonesia, menyoroti lemahnya standar keselamatan dan perlunya perbaikan regulasi.

Sedikitnya lima orang tewas dan 41 lainnya dinyatakan hilang setelah sebuah kapal feri terbakar di tengah laut, memicu operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran oleh otoritas Indonesia. Peristiwa tragis ini terjadi saat kapal berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Makassar, Sulawesi Selatan, dan telah menewaskan penumpang yang terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) setempat melaporkan bahwa 225 orang berhasil dievakuasi, namun nasib puluhan lainnya masih belum diketahui. Beberapa penumpang yang melompat ke laut berhasil diselamatkan oleh kapal lain yang kebetulan berada di dekat lokasi kejadian. Namun, upaya penyelamatan terkendala oleh kondisi kapal yang terbakar, dengan empat kapal lain yang berada di sekitar lokasi tidak dapat mendekat karena risiko ledakan atau penyebaran api akibat material mudah terbakar di kapal.
Kapten kapal sempat melaporkan kebakaran kepada perusahaan pemilik kapal sebelum akhirnya kehilangan kontak. Tim penyelamat yang lebih besar dikerahkan dari Surabaya, dengan waktu tempuh sekitar enam jam untuk mencapai lokasi kejadian. Muhammad Masyhud, pejabat senior Kementerian Perhubungan, menyatakan bahwa prioritas utama adalah keselamatan penumpang dan kru, dan koordinasi terus dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi.
Kecelakaan laut memang menjadi momok yang berulang di Indonesia, negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau. Standar keselamatan yang longgar dan cuaca yang tidak menentu sering kali menjadi pemicu utama. Sebulan sebelumnya, sebuah kapal feri yang mengangkut lebih dari 70 orang tenggelam di dekat Selayar, menewaskan sedikitnya empat orang dan 14 lainnya hilang hingga operasi pencarian dihentikan.
Insiden ini kembali menyoroti kebutuhan mendesak akan perbaikan regulasi keselamatan pelayaran di Indonesia. Meskipun pemerintah telah berupaya meningkatkan pengawasan, implementasi di lapangan masih lemah. Pertanyaannya, apakah tragedi demi tragedi ini akan mendorong perubahan nyata, atau akankah kecelakaan serupa terus berulang di masa depan?



