Jimmy Eat World Batalkan Tur Festival, Jim Adkins Jalani Operasi Darurat Retina
Baca dalam 60 detik
- Jim Adkins, vokalis Jimmy Eat World, menjalani operasi darurat akibat retina terlepas yang mengancam penglihatannya.
- Dua jadwal festival di Amerika Serikat dibatalkan, sementara konser di Mexico City juga tidak dapat digelar.
- Insiden ini menjadi pengingat bagi pelaku industri musik akan pentingnya keselamatan kesehatan di tengah padatnya tur.

Jimmy Eat World terpaksa mencoret dua penampilan festival dari jadwal tur mereka setelah vokalis Jim Adkins menjalani operasi darurat akibat retina terlepas. Kondisi itu diketahui sesaat sebelum band naik panggung di Mexico City pada 13 September lalu.
Adkins mengungkapkan bahwa ia melihat "bayangan awan yang merayap masuk ke penglihatan" sebelum tampil. Setelah mencari informasi, ia menyadari perlu segera mencari bantuan medis. Pemeriksaan mengonfirmasi retina terlepas dan ia harus dioperasi sesegera mungkin. Retina terlepas adalah kondisi ketika lapisan jaringan di belakang mata terlepas dari posisi normalnya dan memerlukan koreksi bedah.
Dalam pernyataan di Instagram, Adkins menuturkan bahwa sesuai instruksi dokter, memaksakan tampil dapat menyebabkan kerusakan permanen. "Kami harus membuat keputusan sulit untuk membatalkan penampilan kami," tulisnya. Ia kini dalam proses pemulihan di rumah. Namun, kondisi tersebut juga membuat band tidak dapat memenuhi jadwal di Louder than Life di Louisville, Kentucky, dan Shaky Knees di Atlanta, Georgia.
Keputusan pembatalan ini menyoroti tekanan fisik yang dihadapi musisi dalam tur padat. Jadwal yang ketat, perjalanan jauh, dan tuntutan panggung sering kali mengabaikan sinyal tubuh. Kasus Adkins bukan yang pertama di industri musik; beberapa artis sebelumnya juga mengalami masalah kesehatan serius akibat kelelahan. Para penggemar membanjiri kolom komentar dengan dukungan, salah satunya menulis, "Kesehatan datang pertama. Cepat sembuh! Penglihatan bukan hal yang bisa kita anggap remeh."
Bagi penggemar di Indonesia, pembatalan ini mungkin memengaruhi rencana menonton jika Jimmy Eat World dijadwalkan tampil di Asia Tenggara dalam waktu dekat. Meski belum ada jadwal resmi, promotor lokal yang menggantungkan acara pada band internasional perlu mengantisipasi risiko serupa. Industri konser tanah air yang sedang bergeliat pasca-pandemi juga dituntut memiliki protokol kesehatan yang memadai, termasuk asuransi pembatalan yang melindungi penonton dan penyelenggara.
"Kami kecewa tidak bisa bertemu kalian. Jaga diri, dengarkan tubuh kalian, dan kami akan segera kembali bergoyang bersama!" tulis Adkins dalam pernyataannya.
Ke depan, manajemen Jimmy Eat World belum memberikan tanggal pasti kapan tur akan dilanjutkan. Pemulihan retina biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu hingga bulan, tergantung tingkat keparahan. Sementara itu, penggemar di seluruh dunia menantikan kabar baik dari Adkins. Apakah industri musik akan lebih serius menangani kesehatan mental dan fisik para personelnya? Waktu yang akan menjawab, tetapi kasus ini menjadi tamparan keras akan pentingnya keseimbangan antara karier dan kesejahteraan.



