Krisis Gol Tottenham: De Zerbi Diminta Berhenti Memulai Mathys Tel, Mikey Moore Jadi Solusi Jangka Panjang
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur belum mencetak gol di empat laga awal Premier League dan terpuruk di peringkat 17, memicu tekanan pada manajer Roberto De Zerbi.
- Mathys Tel, rekrutan senilai ยฃ30 juta, gagal berkontribusi dengan catatan nol gol dan nol assist, serta tampil buruk melawan Liverpool dengan kehilangan bola 17 kali.
- Mikey Moore, yang sedang dipinjamkan ke Koln, diproyeksikan kembali musim depan untuk mengisi posisi sayap kiri, sementara opsi lain seperti Mudryk dan Marmoush belum optimal.

Kekeringan gol Tottenham Hotspur di awal musim Premier League 2026/2027 menjadi sorotan tajam. Empat pertandingan telah dilalui tanpa satu pun gol tercipta, dan posisi mereka terpuruk di peringkat 17 klasemen sementara. Tekanan pun mengarah kepada manajer Roberto De Zerbi, yang dianggap belum menemukan formula tepat untuk lini serangnya. Salah satu keputusan yang paling disorot adalah kepercayaan yang diberikan kepada Mathys Tel, pemain sayap berusia 21 tahun yang didatangkan dengan harga ยฃ30 juta dari Bayern Munich.
Tel, yang musim lalu hanya mencetak empat gol di semua kompetisi, kembali gagal menunjukkan performa menjanjikan. Dalam laga melawan Liverpool di Piala Carabao, ia tidak melepaskan satu pun tembakan, kehilangan bola 17 kali, dan tidak menciptakan peluang kunci. Statistik tersebut memperkuat argumen bahwa ia belum layak menjadi pilihan utama di lini depan Tottenham. De Zerbi bahkan terlihat memarahi Tel setelah pertandingan melawan Everton, meskipun isi pembicaraan tidak diketahui pasti.
De Zerbi sebenarnya telah menyadari kebutuhan akan penyerang baru. Ia sempat mengincar Cody Gakpo dari Liverpool, namun pemain Belanda itu bertahan di Anfield. Tottenham juga hampir mendapatkan Iliman Ndiaye dengan kesepakatan ยฃ60 juta, tetapi ia justru bergabung dengan Manchester City. Kegagalan ini membuat Tottenham harus mencari solusi internal, terutama dengan cedera yang dialami Mykhailo Mudryk. Pemain Ukraina itu masih harus menjalani pemulihan, sehingga opsi di sayap kiri terbatas.
Omar Marmoush sempat dicoba mengisi posisi tersebut saat melawan Everton, tetapi hasilnya belum memuaskan. Sementara itu, pemain muda Luca Williams-Barnett dianggap terlalu dini untuk dibebani tanggung jawab besar. Nama Mikey Moore pun muncul sebagai harapan jangka panjang. Moore, yang saat ini dipinjamkan ke Koln, menunjukkan perkembangan pesat. Musim lalu bersama Rangers, ia mencetak tujuh gol dan empat assist dari posisi sayap kiri, posisi yang sama dengan Tel. Di level akademi, Moore mencetak 19 gol dalam 24 pertandingan U18, sebuah rekor yang mengesankan.
"Moore memiliki kecepatan, penyelesaian akhir, dan kemauan untuk membuat sesuatu terjadi. Dia adalah lulusan akademi paling menjanjikan sejak Harry Kane," tulis analis Football Fan Cast.
Keputusan untuk meminjamkan Moore ke Koln musim ini tampaknya tepat untuk menambah jam terbang. Jika perkembangannya berjalan sesuai rencana, ia bisa menjadi solusi di sayap kiri Tottenham musim depan. De Zerbi, yang dikenal gemar memberi kesempatan kepada pemain muda, mungkin akan mempertimbangkan Moore sebagai pengganti Tel. Namun, untuk saat ini, Tottenham harus bertahan dengan opsi yang ada dan berusaha keluar dari krisis gol.
Bagi penggemar di Indonesia, situasi Tottenham ini menjadi cerminan bagaimana klub besar menghadapi tekanan setelah belanja besar. Kegagalan merekrut target utama dan ketergantungan pada pemain muda menjadi pelajaran berharga. Liga Indonesia juga sering menghadapi dilema serupa, di mana klub harus memaksimalkan akademi ketika dana terbatas. Tottenham, dengan sumber daya melimpah, tetap kesulitan menemukan penyerang tajam, menunjukkan bahwa uang tidak selalu menjamin solusi instan.
Ke depan, akankah De Zerbi bertahan dengan Tel atau segera mengubah strategi? Jika tren negatif berlanjut, posisinya bisa terancam. Sementara itu, Moore di Jerman memiliki kesempatan emas untuk membuktikan diri. Musim depan, ia bisa menjadi jawaban atas masalah lini depan Tottenham. Namun, semua bergantung pada bagaimana ia memanfaatkan masa peminjaman dan apakah De Zerbi masih dipercaya untuk memimpin proyek jangka panjang.



