Scale AI Gaet Mantan Eksekutif Google Cloud sebagai CEO Baru
Baca dalam 60 detik
- Scale AI menunjuk Francis DeSouza, mantan COO Google Cloud, sebagai CEO efektif 10 Agustus untuk mendorong ekspansi bisnis data dan aplikasi AI.
- DeSouza membawa pengalaman 30 tahun di teknologi enterprise, termasuk memimpin Illumina meraih pendapatan US$4,5 miliar dan ekspansi ke 150 negara.
- Langkah ini menandai babak baru Scale AI setelah pendiri Alexandr Wang pindah ke Meta, dengan target memperkuat basis pelanggan korporat dan pemerintah.

Scale AI, perusahaan penyedia data untuk model kecerdasan buatan (AI) terdepan, resmi menunjuk Francis DeSouza sebagai direktur utama (CEO) baru mulai 10 Agustus. Mantan eksekutif Google Cloud ini diharapkan membawa pengalaman panjangnya di teknologi enterprise untuk mempercepat pertumbuhan bisnis data dan aplikasi AI perusahaan.
DeSouza menggantikan Jason Droege yang menjabat CEO interim sejak Juni tahun lalu. Proses transisi akan didampingi oleh Droege dalam beberapa bulan ke depan. Langkah ini menjadi krusial bagi Scale AI yang tengah memperluas jangkauan ke sektor korporat dan pemerintahan, setelah pendirinya, Alexandr Wang, bergabung dengan Meta Platforms sebagai chief AI officer pada tahun lalu.
DeSouza bukan nama baru di industri teknologi. Sebelum di Google Cloud, ia menjabat presiden dan CEO Illumina, perusahaan genomik dan sekuensing DNA. Di bawah kepemimpinannya, Illumina mencatat pendapatan lebih dari US$4,5 miliar dan berekspansi ke lebih dari 150 negara. Ia juga pernah menjabat presiden produk dan layanan di Symantec, serta mendirikan dua perusahaan yang kemudian diakuisisi oleh Microsoft dan Symantec.
Menurut analis industri, perekrutan DeSouza menandakan ambisi Scale AI untuk tidak hanya menjadi pemasok data, tetapi juga pengembang aplikasi AI yang siap pakai. Langkah ini relevan dengan tren global di mana perusahaan teknologi berlomba mengintegrasikan AI ke dalam produk mereka. Di Indonesia, adopsi AI oleh korporasi dan pemerintah juga meningkat, membuka peluang bagi Scale AI untuk menjajaki kemitraan dengan perusahaan lokal dan instansi publik.
DeSouza memegang gelar sarjana dan master di bidang teknik elektro dan ilmu komputer dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kombinasi latar belakang teknis dan pengalaman memimpin perusahaan publik diharapkan mampu membawa Scale AI ke level berikutnya. Perusahaan yang didirikan pada 2016 ini telah menjadi mitra kunci bagi banyak perusahaan rintisan AI dan laboratorium riset, termasuk OpenAI dan Anthropic.
Ke depan, tantangan DeSouza adalah mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah persaingan ketat dari penyedia data AI lain seperti Appen dan Lionbridge. Pertanyaannya, akankah pengalaman internasionalnya mampu membawa Scale AI menembus pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang mulai dilirik sebagai hub AI baru?



