De Zerbi Bocorkan Bomba Transfer Spurs: Ferran Torres Jadi Target Utama?
Baca dalam 60 detik
- Joe Root ditunjuk kembali sebagai kapten tim tes Inggris setelah Ben Stokes pensiun pada Juni lalu.
- Mantan kapten Selandia Baru Stephen Fleming akan menangani tim tes Inggris mulai setelah seri melawan Pakistan.
- Kombinasi Root-Fleming diharapkan membawa stabilitas dan pembaruan bagi skuad yang tengah dalam masa transisi.

Roberto De Zerbi membuka tabir rencana Tottenham Hotspur di bursa transfer dengan menyatakan bahwa timnya baru menyelesaikan 60 persen dari proyek penguatan skuad. Manajer asal Italia itu mengisyaratkan masih ada satu pembelian bergengsi—yang disebutnya sebagai 'bomba'—untuk melengkapi lini serang yang dinilai masih timpang.
Pernyataan De Zerbi memicu spekulasi liar di kalangan penggemar Spurs. Menurut laporan The Athletic, pembelian 'bomba' itu berbeda dari upaya klub mendatangkan Savinho dari Manchester City yang disebut sudah hampir pasti. Target misterius ini menjadi krusial karena Spurs tengah ditinggalkan opsi penyerang muda Bournemouth, Eli Junior Kroupi, yang mengalami cedera.
Ketergantungan Tottenham pada satu atau dua pemain di lini depan mengingatkan pada situasi tiga tahun lalu. Musim 2022/23 diwarnai awal gemilang di bawah Ange Postecoglou, namun lini depan yang tidak diperkuat secara memadai—kecuali Brennan Johnson yang datang terlambat—membuat tim meredup setelah ditinggal Harry Kane. Kini, dengan sederet pemain seperti Xavi Simons, Wilson Odobert, dan Mohammed Kudus yang rentan cedera, Spurs sangat membutuhkan pendulang gol andal. Hanya Richarlison yang mencatat dua digit gol dan kontribusi gol di Premier League musim lalu.
Salah satu nama yang mencuat sebagai pengganti Kroupi adalah Ferran Torres. Penyerang Barcelona berusia 26 tahun itu memiliki harga yang bisa ditebus karena kontraknya hanya tersisa hingga 2027. Barcelona enggan memperpanjang karena akan memicu pembayaran tambahan ke Manchester City, yang membuat total biaya transfer Torres menjadi €73 juta (£63 juta). Situasi ini membuka peluang bagi Spurs untuk 'menculik' pemain yang baru saja memenangi Piala Dunia bersama Spanyol tersebut.
Perbandingan antara Torres dan Dominic Solanke, yang menjadi andalan Spurs saat ini, menunjukkan kesenjangan produktivitas. Sejak awal musim 2024/25, Torres telah mengoleksi 40 gol di seluruh kompetisi (26 di liga), sementara Solanke hanya 22 gol (12 di liga). Torres juga tampil efisien: dari 12 starter di LaLiga musim lalu, ia mencetak 10 gol—rata-rata satu gol setiap 111 menit. Sedangkan Solanke butuh 245 menit per gol dari 25 starter di Premier League. Investasi £65 juta untuk Solanke sejauh ini belum berbuah sepadan.
“Torres sudah memenangi trofi di level klub dan negara, ia tampil di panggung terbesar. Hal yang belum bisa dikatakan Solanke,” tulis analis Football Fancast.
Dengan bursa transfer yang masih terbuka, langkah Spurs selanjutnya akan menentukan apakah mereka bisa menghindari pengulangan kegagalan musim lalu. Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, pergerakan Tottenham selalu menjadi perhatian karena persaingan ketat Premier League. Jika berhasil mendatangkan Torres, Spurs tidak hanya mendapatkan penyelesai ulung tetapi juga pemain berpengalaman di turnamen akbar—modal berharga untuk bersaing di papan atas. Namun, tantangan dari PSG dan harga yang tak murah bisa menggagalkan rencana ini. Apakah De Zerbi benar-benar akan 'mengebom' bursa transfer dengan merekrut Torres?



