Arsenal Berencana Lepas Gyokeres setelah Satu Musim, Julian Alvarez Jadi Target Utama
Baca dalam 60 detik
- Panel ahli Singapura menolak larangan usia menyeluruh untuk media sosial, lebih memilih menargetkan fitur berbahaya seperti infinite scroll dan algoritma.
- Rekomendasi ini muncul di tengah kekhawatiran satu dari enam anak muda Singapura menunjukkan tanda penggunaan media sosial bermasalah.
- Pendekatan ini dinilai lebih adaptif dan berpotensi menjadi rujukan bagi negara lain, termasuk Indonesia, dalam merumuskan kebijakan perlindungan anak di ruang digital.

Hanya berselang satu musim setelah mendatangkan Viktor Gyokeres dari Sporting CP, Arsenal dikabarkan sudah menyusun rencana untuk mencari pengganti di lini depan. Meski sang penyerang asal Swedia berhasil menjadi pencetak gol terbanyak tim dengan 21 gol di semua kompetisi, performa all-round-nya dianggap belum cukup untuk membawa The Gunners ke level yang lebih tinggi.
Direktur olahraga Andrea Berta musim panas lalu sempat dihadapkan pada pilihan antara Gyokeres dan Benjamin Sesko. Faktor finansial membuat Berta akhirnya memilih Gyokeres. Namun, setelah melihat kontribusinya selama semusim penuh, manajemen Arsenal mulai meragukan keputusan tersebut. Masalahnya bukan terletak pada kemampuan mencetak gol, melainkan pada permainan secara keseluruhan.
Gyokeres memang termasuk penentu akhir yang efisien—hanya lima pemain Premier League yang memiliki rasio konversi lebih baik. Akan tetapi, di luar kotak penalti, ia sangat minim kontribusi. Ia hanya mencatatkan tiga assist sepanjang 2025/26 dan gagal menjadi penghubung permainan. Statistik dribelnya pun memprihatinkan: hanya 0,28 dribel sukses per 90 menit, menjadikannya salah satu penyerang terburuk di lima liga top Eropa dalam hal menggiring bola.
Maka tak heran jika bursa transfer musim panas ini Arsenal kembali gencar memburu penyerang elite. Target teranyar yang sedang dijajaki adalah Julian Alvarez. Striker Argentina berusia 26 tahun itu dianggap sebagai solusi ideal karena mampu bermain sebagai ujung tombak maupun sayap. Kepindahannya ke Atletico Madrid pada 2024 tidak meredupkan ketajamannya; ia mengemas 29 gol di musim pertamanya dan 20 gol pada musim lalu.
Alvarez bukan hanya lebih unggul dalam hal mencetak gol, tetapi juga dalam membawa bola dan melibatkan rekan setim. Mantan pemain Manchester City itu rata-rata menciptakan 0,43 peluang besar per 90 menit dari permainan terbuka—angka yang masuk jajaran pemain terbaik Eropa. Dengan kemampuan ini, ia tidak hanya akan menggeser Gyokeres, tetapi juga bisa menjadi ancaman bagi posisi Kai Havertz.
Namun, negosiasi dengan Atletico tidak mudah. Klub asal Spanyol itu enggan melepas Alvarez, sementara sang pemain dikabarkan memimpikan Barcelona. Menurut TEAMtalk, Arsenal tetap menjalin komunikasi dan akan bergerak jika Alvarez gagal pindah ke Camp Nou. Opsi lain seperti Vinicius Junior juga masih terbuka, meski Real Madrid dipastikan membanderol mahal.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti Premier League, pergerakan Arsenal di bursa transfer selalu menjadi sorotan. Kehadiran pemain sekelas Alvarez—juara Piala Dunia 2022—bisa menambah daya tarik kompetisi Inggris. Jika rencana ini terwujud, musim depan lini depan The Gunners akan bertabur bintang: Saka, Martinelli, Tzolis, plus satu nama besar yang siap menggantikan Gyokeres.
Pertanyaannya, apakah Arsenal berani mengeluarkan dana besar untuk Alvarez, atau justru masih percaya pada Gyokeres yang—setidaknya—tajam di depan gawang? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan bentuk serangan Arsenal untuk musim 2026/27.



