Hitachi dan Toshiba Kirim Kereta Cepat Baru ke Taiwan, Mulai Operasi 2027
Baca dalam 60 detik
- Hitachi dan Toshiba resmi meluncurkan kereta N700ST untuk Taiwan High Speed Rail, pengiriman perdana dalam 22 tahun.
- Nilai kontrak 12 rangkaian kereta mencapai 124 miliar yen, setara Rp 12,4 triliun, dengan kecepatan 300 km/jam.
- Kerja sama ini menjadi tolok ukur potensi ekspor teknologi perkeretaapian Jepang ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Hitachi Ltd. dan Toshiba Corp. resmi memperkenalkan kereta cepat generasi terbaru untuk Taiwan High Speed Rail (THSRC) dalam sebuah seremoni pengiriman di pabrik Hitachi, Prefektur Yamaguchi, Jepang bagian barat. Kereta bernama N700ST ini dijadwalkan memulai layanan komersial pada 2027, menandai pengiriman perdana kereta Shinkansen buatan Jepang ke Taiwan dalam 22 tahun terakhir.
N700ST merupakan pengembangan dari model N700S yang melayani jalur Tokaido Shinkansen, menghubungkan Tokyo dan Stasiun Shin-Osaka. Kereta ini mampu melaju hingga 300 kilometer per jam dan dilengkapi baterai darurat yang memungkinkan perjalanan ke lokasi aman saat terjadi pemadaman listrik. Fitur tersebut menjadi nilai tambah di tengah risiko gempa bumi yang kerap melanda kawasan Asia Timur.
Pesanan 12 rangkaian kereta (masing-masing 12 gerbong) senilai 124 miliar yen atau sekitar 758 juta dolar AS diberikan kepada konsorsium Hitachi-Toshiba pada 2023. Giuseppe Marino, Wakil Presiden Senior Hitachi, menekankan pentingnya pengiriman perdana ini sebagai bukti kerja sama erat antara THSRC, Central Japan Railway Company (JR Central), serta para pemasok. โPengiriman kereta pertama selalu menjadi momen krusial,โ ujarnya dalam seremoni tersebut.
Bagi Indonesia, pengembangan dan ekspor teknologi kereta cepat Jepang ke Taiwan memberikan gambaran tentang potensi kerja sama serupa di masa depan. Indonesia sendiri tengah membangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang menggunakan teknologi Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Meski berbeda mitra, pengalaman Jepang dalam menghadapi tantangan geologis dan operasional di Taiwan bisa menjadi referensi bagi pengembangan sistem perkeretaapian nasional, terutama dalam hal keandalan dan keselamatan.
THSRC saat ini mengoperasikan armada 700T yang berbasis pada seri 700 Shinkansen. Dengan kedatangan N700ST, Taiwan akan mendapatkan peningkatan efisiensi energi, kenyamanan, dan fitur keselamatan yang lebih modern. Langkah ini juga memperkuat posisi Jepang sebagai pemasok utama teknologi kereta cepat di kawasan, di tengah persaingan dengan China dan Korea Selatan.
Dalam konteks yang lebih luas, pengiriman ini terjadi di tengah meningkatnya kerja sama infrastruktur antara Jepang dan Taiwan. Menariknya, sehari sebelum seremoni, THSRC mengumumkan donasi 20 juta yen untuk mendukung pemulihan pascagempa bumi berkekuatan 7,1 magnitudo yang melanda Prefektur Kumamoto, Jepang barat daya. Donasi tersebut menjadi simbol solidaritas antar kedua wilayah yang sama-sama rawan gempa.
Ke depan, keberhasilan operasional N700ST akan menjadi tolok ukur bagi ekspansi teknologi Shinkansen ke pasar lain di Asia Tenggara. Pertanyaannya, akankah Indonesia suatu saat beralih atau mengadopsi teknologi Jepang untuk proyek kereta cepat berikutnya?



