Grab Uji Coba Layanan Kendaraan Otonom On-Demand di Singapura, Siap Beroperasi Komersial 2026
Baca dalam 60 detik
- Grab meluncurkan pilot layanan kendaraan otonom on-demand di Punggol, memungkinkan penumpang memilih titik jemput dan antar secara langsung.
- Uji coba ini merupakan respons terhadap survei yang menunjukkan 60% pengguna menginginkan fleksibilitas rute, bukan rute tetap.
- Layanan komersial dijadwalkan mulai pada kuartal keempat 2026, sementara shuttle gratis tetap beroperasi untuk memperluas adopsi.

Grab Holdings, perusahaan teknologi asal Singapura, akan memulai uji coba layanan kendaraan otonom (AV) berbasis permintaan di kawasan Punggol dalam beberapa bulan mendatang. Layanan ini memungkinkan pengguna memesan AV untuk bepergian langsung antara titik jemput dan antar yang sudah ada, tanpa harus mengikuti rute tetap seperti layanan shuttle otonom yang saat ini beroperasi.
Otoritas Transportasi Darat Singapura (LTA) mengumumkan program percontohan ini sebagai penyempurnaan layanan shuttle otonom yang sudah berjalan di Punggol sejak September 2025. Keputusan ini didasarkan pada survei terhadap sekitar 270 warga Punggol, di mana hampir 60 persen responden menyatakan lebih suka memilih sendiri titik naik dan turun, sementara 40 persen lainnya menginginkan rute yang lebih langsung ke tujuan.
Sejak dibuka untuk publik pada 1 April 2026, lebih dari 11.500 pengguna unik telah menggunakan layanan shuttle otonom Grab dan ComfortDelGro di Punggol. LTA mencatat tingkat kepuasan yang sangat tinggi: 99 persen dari sekitar 900 responden survei merasa aman selama perjalanan dan akan merekomendasikan layanan ini kepada orang lain. Grab juga melaporkan bahwa lebih dari 500 orang telah mendaftar dalam daftar tunggu untuk menjadi penguji pertama layanan AV on-demand.
Layanan baru ini akan menghubungkan kawasan pemukiman dengan fasilitas utama seperti klinik medis, pasar, sekolah, dan stasiun MRT Punggol Coast. Grab menyatakan bahwa mereka telah membangun depot AV di Punggol dan akan menambah jumlah kendaraan otonom dalam armadanya tahun ini. Presiden dan Chief Operating Officer Grab, Alex Hungate, mengungkapkan apresiasi kepada komunitas Punggol atas dukungan mereka selama uji coba shuttle. "Menanggapi masukan mereka, fase berikutnya menghadirkan fleksibilitas yang lebih besar dengan rute langsung sesuai permintaan," ujarnya.
LTA menegaskan bahwa layanan shuttle rute tetap yang ada saat ini akan tetap beroperasi secara gratis bersamaan dengan layanan on-demand. Hal ini bertujuan untuk memberi kesempatan lebih banyak orang merasakan pengalaman AV. Selain itu, titik jemput dan antar baru akan ditambahkan secara bertahap berdasarkan masukan warga. LTA juga akan terus bekerja sama dengan Grab dan ComfortDelGro untuk meningkatkan layanan dan aksesibilitas shuttle otonom.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi sorotan mengingat Grab juga beroperasi di Tanah Air. Meski belum ada rencana serupa untuk Indonesia, uji coba di Singapura bisa menjadi tolok ukur potensi adopsi AV di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah Indonesia sendiri tengah mendorong pengembangan kendaraan listrik dan teknologi otonom, namun infrastruktur dan regulasi masih menjadi tantangan. Keberhasilan uji coba Punggol dapat mempercepat diskusi tentang kelayakan AV di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya.
Ke depan, LTA berencana memperluas uji coba AV ke wilayah lain Singapura jika peluncuran di Punggol berjalan lancar, seperti yang disampaikan oleh mantan Pelaksana Tugas Menteri Transportasi Jeffrey Siow saat presentasi anggaran Kementerian Perhubungan pada April lalu. Pertanyaan besarnya: apakah model on-demand ini akan menjadi standar baru transportasi perkotaan, atau hanya akan terbatas pada kawasan tertentu dengan dukungan regulasi yang kuat?



