Nicole Kidman dan Laura Dern Angkat Gelas untuk Sam Neill: Kenangan Manis Sang Legenda
Baca dalam 60 detik
- Nicole Kidman dan Laura Dern mengenang Sam Neill dengan menyesap anggur dari kebun anggurnya, Two Paddocks.
- Sam Neill meninggal dunia pada 13 Juli akibat pneumonia, setelah berhasil sembuh dari limfoma melalui terapi CAR-T.
- Keluarga Neill menggelar peringatan pribadi dan meminta privasi, sementara agennya membantah rumor tak berdasar seputar kematiannya.

Dua bintang Hollywood, Nicole Kidman dan Laura Dern, memilih cara personal untuk mengenang sahabat sekaligus lawan main mereka, Sam Neill, yang meninggal dunia pada 13 Juli lalu dalam usia 78 tahun. Dalam unggahan di Instagram Stories, Laura Dern memperlihatkan momen keduanya menyesap segelas anggur Pinot dari kebun Two Paddocks—bisnis yang dirintis Neill pada 1993. “Mengangkat gelas untuk sahabat dan aktor utama kami tercinta, Sam. Persis seperti yang ia inginkan, bersulang dengan Pinot-nya yang indah,” tulis Dern.
Kidman dan Dern bukan sekadar rekan kerja. Kidman berbagi layar dengan Neill dalam film Dead Calm (1989), sementara Dern beradu peran dengannya di Jurassic Park (1993). Keduanya juga sama-sama membintangi serial HBO Big Little Lies. Kenangan itu terasa begitu mendalam, terutama bagi Kidman yang mengenal Neill sejak usianya masih 18 tahun. “Sam adalah salah satu yang terbaik, menyenangkan berada di dekatnya. Ia menawan, baik hati, lucu, dan cerdas. Ia akan sangat dirindukan,” ujar Kidman dalam pernyataan kepada Sydney Morning Herald.
Kepergian Neill mengejutkan banyak pihak, terutama karena ia baru saja dinyatakan bebas kanker. Dalam pernyataan resmi keluarga, disebutkan bahwa Neill meninggal secara mendadak namun dengan martabat, dikelilingi keluarga di Rumah Sakit St Vincent’s Private, Sydney. Agen Neill, Grenz, menegaskan bahwa penyebab kematian adalah pneumonia, bukan akibat kanker seperti yang sempat diberitakan. Ia juga membantah “kebohongan terang-terangan” yang beredar di beberapa media.
Bagi pencinta film di Indonesia, Neill mungkin paling diingat sebagai Dr. Alan Grant dalam Jurassic Park—film yang menjadi fenomena global di era 1990-an. Warisan aktingnya yang luas, dari drama hingga fiksi ilmiah, membuat namanya abadi. Di tengah industri hiburan Tanah Air yang terus bertumbuh, kisah Neill mengingatkan kita pada pentingnya menghargai perjalanan seni seorang aktor, termasuk perjuangannya melawan penyakit.
Keluarga Neill meminta privasi dan belum mengumumkan rencana peringatan publik. Namun, penghormatan dari rekan sejawat seperti Kidman dan Dern menjadi bukti betapa besar pengaruh Neill di dunia perfilman. Pertanyaan yang tersisa: bagaimana warisan kreatif Neill akan dikenang oleh generasi baru penonton bioskop, termasuk di Indonesia?



