Real Madrid Tolak Pulangkan Mastantuono ke River Plate, Fiorentina Jadi Primadona
Baca dalam 60 detik
- Real Madrid hanya bersedia meminjamkan Franco Mastantuono ke klub Eropa, menolak opsi kembali ke River Plate.
- Fiorentina muncul sebagai kandidat terdepan untuk menampung pemain muda Argentina tersebut dengan skema pinjaman.
- Mastantuono frustrasi minim menit bermain di Madrid, namun masa depannya masih bergantung pada negosiasi klub dan pemain.

Real Madrid menolak permintaan Franco Mastantuono untuk kembali ke River Plate dan hanya akan melepas pemain berusia 18 tahun itu dengan status pinjaman ke klub Eropa. Keputusan ini membuka peluang bagi Fiorentina untuk mengamankan jasa gelandang serang asal Argentina tersebut pada bursa transfer musim panas mendatang.
Mastantuono, yang genap berusia 19 tahun pada Agustus mendatang, diboyong Los Blancos dari River Plate pada musim panas lalu dengan nilai transfer mencapai €45 juta. Namun, di Santiago Bernabéu, ia nyaris tidak mendapat kesempatan bermain. Situasi ini membuat pemain muda itu frustrasi dan mulai mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam kariernya.
Menurut laporan dari Cope dan pakar transfer Argentina Cesar Luis Merlo, Mastantuono sebenarnya lebih memilih kembali ke River Plate untuk mendapatkan menit bermain reguler. Namun, Real Madrid bersikeras bahwa peminjamannya hanya akan dilakukan di Eropa. Kebijakan ini diyakini sebagai bagian dari strategi klub untuk memastikan perkembangan pemain tetap berada di level kompetitif tertinggi.
Fiorentina, yang sebelumnya sudah dikaitkan dengan Mastantuono, kini kembali menjadi kandidat terdepan. Klub Serie A itu berharap dapat menawarkan lingkungan yang mirip dengan Como bagi Nico Paz—klub tempat pemain muda Real Madrid lainnya berkembang pesat. La Viola ingin meyakinkan Mastantuono bahwa Italia adalah tempat terbaik untuk mengasah bakatnya.
Bagi Fiorentina, merekrut Mastantuono bukan sekadar menambah kedalaman skuad. Klub asal Florence itu tengah membangun proyek jangka panjang dengan mengorbitkan pemain muda berbakat. Kehadiran Mastantuono diharapkan bisa menjadi magnet bagi talenta Argentina lainnya, mengingat jejak sukses pemain seperti Gabriel Batistuta dan Gonzalo Rodríguez di masa lalu.
Di sisi lain, keputusan Real Madrid untuk tidak memulangkan Mastantuono ke River Plate juga bisa dimaknai sebagai upaya menjaga nilai investasi. Jika dipinjamkan ke klub Eropa, perkembangan pemain akan lebih terpantau dan potensi kenaikan harga jualnya tetap terjaga. Langkah ini serupa dengan yang dilakukan terhadap pemain muda lain seperti Reinier Jesus dan Takefusa Kubo.
Namun, tantangan terbesar Fiorentina adalah meyakinkan Mastantuono bahwa pindah ke Italia adalah langkah tepat. Pemain yang sempat menjadi rebutan klub-klub besar Eropa sebelum bergabung dengan Madrid itu dikabarkan masih memiliki ikatan emosional yang kuat dengan River Plate. Fiorentina harus mampu menawarkan jaminan menit bermain dan proyek olahraga yang jelas.
Bursa transfer musim panas mendatang akan menjadi penentu. Jika negosiasi berjalan mulus, Mastantuono bisa menjadi rekrutan ketiga Fiorentina asal Argentina dalam dua tahun terakhir, setelah Lucas Martínez Quarta dan Nicolás González. Pertanyaannya, akankah pemain muda itu memilih petualangan di Serie A atau tetap ngotot kembali ke negeri tango?



