Rahasia Karpet Merah Zendaya: Persiapan Berbulan-Bulan Sebelum Acara
Baca dalam 60 detik
- John Galantic resmi menjabat CEO AS Roma, menggantikan Lina Souloukou yang hengkang dua tahun lalu.
- Galantic membawa pengalaman global dari Chanel, Ferrari, dan Harvard Business School, serta dikenal sebagai penggemar berat Roma.
- Penunjukan ini diharapkan membawa stabilitas manajemen jelang era baru klub yang kembali ke Liga Champions dan merayakan seabad.

Tom Holland, suami aktris Zendaya, membocorkan rahasia di balik penampilan memukau sang istri di karpet merah: persiapan yang dimulai sejak berbulan-bulan sebelumnya. Dalam wawancara dengan Entertainment Tonight, Holland mengungkapkan bahwa Zendaya telah menjalani fitting untuk setiap gaun jauh sebelum acara digelar, sehingga ia dan sang aktris sudah terbiasa dengan apa yang akan dikenakan.
“Fitting untuk hal-hal ini terjadi berbulan-bulan sebelumnya, jadi kami sudah melihat semuanya. Mungkin itu baru bagi kalian, tapi kami sudah tahu apa yang akan datang,” ujar Holland, yang menikahi Zendaya awal tahun ini. Ia juga membenarkan bahwa di rumah mereka terdapat “satu rak penuh” khusus untuk gaun-gaun yang akan dipakai di berbagai acara.
Tak seperti Zendaya, Holland mengaku persiapannya jauh lebih sederhana. “Persiapan saya untuk karpet merah jauh lebih kecil,” katanya. Perbedaan ini menunjukkan betapa seriusnya Zendaya dalam membangun citra fashion-nya, sebuah sikap yang telah menjadikannya ikon gaya di Hollywood.
Zendaya sendiri sebelumnya mendeskripsikan pendekatannya terhadap fashion sebagai “tanpa rasa takut”. Ia bekerja sama dengan stylist kenamaan Law Roach, yang mendorongnya untuk lebih berani dan eksperimental. Dalam wawancara dengan StyleCaster, ia mengakui, “Dulu saya sangat takut sampai Law hadir dalam hidup saya. Dia mendorong saya untuk mencoba hal baru, saya juga mendorongnya, dan kami saling menginspirasi. Semua terjadi secara organik.”
Bagi penggemar fashion di Indonesia, dedikasi Zendaya bisa menjadi pelajaran berharga. Industri mode Tanah Air, yang terus berkembang, kerap kali menekankan persiapan matang untuk acara besar. Namun, standar Zendaya yang memulai persiapan berbulan-bulan sebelumnya menunjukkan bahwa perencanaan jangka panjang dapat menghasilkan tampilan yang lebih ikonik. Desainer lokal pun bisa terinspirasi untuk membangun hubungan lebih erat dengan klien mereka, mirip kolaborasi Zendaya-Law Roach yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Selain Law Roach, Zendaya juga menyebut ayahnya dan penyanyi Madonna sebagai ikon gaya. Ia mengatakan, “Saya mengagumi orang-orang yang melakukan hal mereka sendiri, yang berjalan mengikuti irama mereka sendiri, yang berpakaian untuk diri sendiri dan tidak peduli. Ayah saya adalah ikon gaya saya. Madonna adalah ikon gaya saya.” Sikap inilah yang membuatnya terus berinovasi dan tak pernah ragu tampil beda.
Dengan jadwal syuting yang padat, termasuk proyek terbaru The Odyssey garapan Christopher Nolan yang turut dibintangi Anne Hathaway, Robert Pattinson, dan Charlize Theron, Zendaya membuktikan bahwa fashion bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari identitas profesional. Pertanyaannya, mampukah selebriti dan pelaku mode di Indonesia mengadopsi standar persiapan setingkat ini untuk menembus panggung internasional?



