Legenda Inter Restui Transfer Stones, Tapi Berharap Romero Juga Bergabung
Baca dalam 60 detik
- John Stones akan menjalani tes medis di Inter Milan sebagai agen bebas, dengan kontrak dua tahun.
- Ivan Cordoba memuji Stones, namun menilai Cristian Romero sebagai tambahan ideal untuk lini belakang.
- Inter masih mencari bek kanan setelah Dumfries hengkang, sementara Cordoba soroti masalah infrastruktur Serie A.

Legenda Inter Milan, Ivan Cordoba, memberikan restunya terhadap rencana transfer John Stones ke San Siro, namun ia masih berharap klub juga bisa mendatangkan Cristian Romero dari Tottenham Hotspur. Menurut Cordoba, Stones adalah bek yang ia kagumi, tetapi Romero dinilai sebagai sosok yang bisa menyempurnakan skuad Nerazzurri.
Inter dikabarkan akan segera merampungkan kedatangan Stones secara gratis setelah pemain asal Inggris itu meninggalkan Manchester City. Rencananya, mantan bintang The Citizens itu akan menjalani tes medis pada Kamis ini dan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun. Langkah ini disebut-sebut sebagai 'kepindahan klasik ala Marotta'—merujuk pada CEO Inter, Beppe Marotta, yang dikenal gemar mendatangkan pemain berpengalaman dengan biaya minimal.
Namun, Cordoba menegaskan bahwa Inter tak boleh berhenti di Stones. Ia menilai Romero, yang saat ini masih berseragam Tottenham, adalah tipe bek yang dibutuhkan tim. "Dia pemain yang tepat untuk memperkuat pertahanan. Saya melihat sedikit diri saya dalam dirinya dalam hal determinasi dan karakter, meskipun 'Cuti' lebih fisik dari saya dulu. Dia akan melengkapi skuad dengan sempurna," ujar Cordoba kepada La Gazzetta dello Sport.
Inter juga masih berburu bek kanan setelah Denzel Dumfries resmi bergabung dengan Real Madrid dengan nilai transfer €20 juta. Pemain asal Belanda itu akan kembali bekerja sama dengan Jose Mourinho, yang pernah menangani Inter saat Cordoba masih aktif. Target utama Inter di posisi tersebut, Marco Palestra, justru memilih bergabung dengan Chelsea—sebuah fenomena yang menurut Cordoba mencerminkan kesenjangan finansial antara Serie A dan Premier League.
Cordoba, yang membela Inter selama 12 tahun dan memenangkan lima gelar Serie A serta satu Liga Champions, tidak sependapat dengan anggapan bahwa banyaknya pemain asing di Serie A menjadi masalah utama. Menurutnya, akar persoalan ada pada infrastruktur. "Tidak masuk akal bahwa membangun stadion milik klub di Italia begitu rumit. Fasilitas saja tidak cukup, tetapi itu memicu siklus positif di mana pendapatan menghasilkan lebih banyak pendapatan. Lihatlah Atalanta; mereka contoh nyata," tegasnya.
Ia juga menyoroti kurangnya keberanian dalam mengembangkan pemain muda Italia. "Lihat Pio Esposito: di usia 21 tahun, kami masih menyebutnya 'muda'. Padahal di negara lain, pemain kuat di usia 21 tahun sudah memiliki 100 penampilan di tim utama," ujar Cordoba. Pernyataan ini menjadi pengingat bagi klub-klub Italia, termasuk Inter, untuk lebih berani memberikan kesempatan kepada talenta lokal.
Dengan bursa transfer yang masih berjalan, Inter berada di persimpangan: apakah akan puas dengan satu bek baru, atau berani bergerak lebih agresif untuk mendatangkan Romero? Keputusan ini tak hanya akan menentukan kekuatan lini belakang, tetapi juga mencerminkan arah kebijakan transfer klub di bawah tekanan finansial Serie A yang kian tertinggal dari liga-liga top Eropa.



