Pilkada Negeri Sembilan: KPU Targetkan Partisipasi Pemilih 75%, 206 Pelanggaran Terdata
Baca dalam 60 detik
- Komisi Pemilihan Malaysia memprediksi angka partisipasi pemilih pada Pemilihan Negara Bagian Negeri Sembilan mencapai 72โ75% berdasarkan geliat kampanye yang ramai.
- Pemungutan suara awal yang menyasar personel militer dan polisi mencatat partisipasi 91,06%, melampaui proyeksi awal sebesar 90%.
- Sejak kampanye dimulai, Komisi Pemilihan menerima 206 laporan dugaan pelanggaran, didominasi oleh masalah materi kampanye yang kini telah diselesaikan.

Komisi Pemilihan Malaysia (EC) menargetkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Negara Bagian Negeri Sembilan pekan ini mencapai 72 hingga 75 persen. Angka ini didasari oleh pengamatan langsung terhadap gelombang kampanye yang berlangsung sengit selama 14 hari terakhir.
Ketua EC, Datuk Seri Ramlan Harun, mengungkapkan optimisme tersebut saat memantau proses pemungutan suara awal di Markas Polres Port Dickson. Ia menyebut suasana kampanye yang hidup menjadi indikator kuat bahwa warga antusias menyalurkan hak politiknya. โKami yakin dan berharap pemilih akan datang ke tempat pemungutan suara,โ ujarnya.
Meski secara umum berjalan lancar, EC mencatat sebanyak 206 laporan pelanggaran pemilu sejak masa kampanye dimulai pada 18 Juli. Ramlan menjelaskan bahwa sebagian besar laporan berkaitan dengan pelanggaran materi kampanye, namun semua kasus telah ditangani dan diselesaikan. Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme pengawasan berjalan efektif.
Pemungutan suara awal yang digelar sehari sebelumnya berhasil menyerap 91,06% partisipasi, dengan 14.995 dari 16.467 pemilih yang terdaftar memberikan suara. Para pemilih terdiri dari personel militer, polisi, dan pasangan mereka. Capaian ini melampaui perkiraan awal EC yang hanya memproyeksikan 90%. Sekretaris EC, Datuk Khairul Shahril Idrus, menegaskan bahwa proses di 38 pusat pemungutan suara awal berlangsung bertahap dan tanpa hambatan berarti.
Konteks Indonesia: Seperti halnya Pilkada serentak di Indonesia, partisipasi pemilih menjadi perhatian utama otoritas pemilu. Malaysia menerapkan pemungutan suara awal bagi aparat keamanan untuk memastikan mereka tetap bisa menggunakan hak pilih tanpa mengganggu tugas pengamanan. Praktik serupa juga diterapkan di Indonesia melalui pemungutan suara khusus di TPS lokasi khusus. Belajar dari Negeri Sembilan, optimisme partisipasi tinggi kerap ditopang oleh kampanye yang terasa di akar rumput.
Komisioner Kepolisian Negeri Sembilan, Datuk Alzafny Ahmad, memastikan proses pemungutan suara awal berjalan aman. Sementara itu, peta kontestasi Pilkada Negeri Sembilan cukup ramai dengan 103 kandidat yang mewakili berbagai partai. Pakatan Harapan (PH) menurunkan calon di seluruh 36 kursi, sedangkan Barisan Nasional (BN) ikut serta di 25 kursi. Perikatan Nasional (PN) bertarung di 11 kursi, dan Bersatu memasang 24 calon dengan logo sendiri. Partai-partai kecil seperti Berjasa, Partai Orang Asli Malaysia, dan Partai Sosialis Malaysia masing-masing mengajukan satu kandidat, plus empat calon independen.
Ke depan, pencapaian target partisipasi 75% akan menjadi ujian bagi efektivitas sosialisasi KPU dan daya tarik kontestasi politik lokal. Jika tercapai, Negeri Sembilan bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Malaysia. Namun, jika partisipasi anjlok di bawah 70%, pertanyaan soal apatisme pemilih dan kualitas demokrasi lokal akan kembali mengemuka. Akankah warga Negeri Sembilan membuktikan optimisme KPU?



