Setahun Lajang, Helen Flanagan Menolak 'Settle': 'Lebih Baik Sendiri daripada Salah Pilih'
Baca dalam 60 detik
- Helen Flanagan, bintang Coronation Street, genap setahun menjalani hidup lajang dan menegaskan tidak akan buru-buru mencari pendamping.
- Ibu tiga anak ini mengaku hanya merindukan kehadiran kekasih saat anak-anak tidak di sisinya, namun ia enggan mengorbankan standar yang sudah ditetapkan.
- Selain urusan percintaan, ia juga mengaku frustrasi dengan sepinya tawaran akting, bahkan mempertimbangkan langkah pindah ke London.

Setelah setahun penuh menjalani status lajang, Helen Flanagan memilih untuk tetap sendiri ketimbang terburu-buru memilih pasangan. Aktris yang dikenal lewat perannya sebagai Rosie Webster di sinetron legendaris Inggris, Coronation Street, itu menegaskan bahwa ia tidak akan "settle" โ atau menerima hubungan yang tidak sesuai โ hanya demi menghindari kesepian.
Dalam unggahan di Instagram, perempuan 35 tahun ini menuliskan bahwa satu tahun terakhir telah mengajarkannya banyak hal, terutama soal harga diri dan standar hubungan. โSaya lebih suka menyendiri jika tidak ada yang benar-benar tepat. Saya tidak mau berkompromi hanya karena tekanan sosial,โ tulisnya, seperti dikutip dari akun pribadinya.
โSaya bukan orang yang betah sendirian, itu wajar. Tapi jika saya harus memilih antara bersama orang yang salah atau sendiri, saya pilih sendiri. Saya lebih suka menghabiskan waktu bersama anak-anak, keluarga, atau teman dekat.โ
Helen memiliki tiga anak โ Matilda (10), Delilah (7), dan Charlie (5) โ dari mantan tunangannya, pesepakbola Scott Sinclair. Pada musim panas 2025, ia dikabarkan putus dari kekasih barunya yang bekerja di konstruksi, Robbie. Meski begitu, ia mengaku hanya sesekali merindukan kehadiran kekasih, tepatnya saat anak-anak tidak ada di rumah.
Di luar soal asmara, Helen juga jujur tentang kegelisahannya di dunia kerja. Di usianya yang mendekati 36, ia mengaku bingung dengan arah kariernya. โSaya tidak tahu, akhir-akhir ini saya merasa aneh. Banyak perubahan โ pindah rumah, umur bertambah, dan karier yang tidak menentu,โ ungkapnya. Ia bahkan mempertimbangkan untuk pindah ke London demi memperbesar peluang akting, meski masih gamang.
Fenomena ini sebenarnya tak asing di Indonesia. Banyak publik figur Tanah Air, seperti penyanyi atau aktris, yang memilih melajang lebih lama di tengah sorotan publik. Tekanan untuk menikah sering kali datang dari keluarga dan masyarakat, namun semakin banyak yang berani mengambil sikap serupa: lebih baik sendiri daripada salah pilih. Helen Flanagan menjadi contoh lain dari tren global yang menempatkan kebahagiaan pribadi di atas konvensi sosial.
Ke depan, Helen masih dihadapkan pada dua pilihan besar: berjuang di London untuk mendapatkan peran akting atau tetap di tempatnya sekarang sambil menjalani peran sebagai ibu. Apakah ia akan menemukan keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi? Atau justru keputusan untuk tidak "settle" akan membuka pintu baru yang tak terduga?



