Sam Smith Umumkan Pertunangan, Album Baru Jadi 'Tindakan Radikal' bagi Cinta Queer
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi non-biner Sam Smith mengonfirmasi pertunangan dengan desainer Christian Cowan, menginspirasi album kelima bertajuk Hazel Eyes.
- Smith menyebut album barunya sebagai tindakan radikal karena merayakan cinta queer di tengah iklim politik yang memecah belah.
- Di samping rencana pernikahan, Smith juga mengaku semakin memiliki keinginan untuk memiliki anak.

Penyanyi berusia 34 tahun, Sam Smith, resmi mengonfirmasi pertunangan dengan desainer mode Christian Cowan, yang telah mereka jalani sejak 2022. Dalam wawancara dengan New York Times, pelantun “Unholy” itu mengaku bahagia dengan kehidupannya saat ini dan siap melangkah ke jenjang pernikahan.
Hubungan asmara Smith dengan Cowan turut mewarnai album kelima mereka, Hazel Eyes. Meski terinspirasi dari kisah cinta yang manis, Smith mengakui bahwa perasaan mereka tidak selalu positif. “Di saat-saat paling bahagia, saya bisa merasa sangat sedih,” ujarnya, menggambarkan kompleksitas emosi yang mereka alami.
Di tengah polarisasi global, Smith justru menilai album barunya sebagai sesuatu yang “radikal”. Menurut mereka, menjadi queer dan tetap menyanyikan lagu cinta adalah bentuk perlawanan. “Saya tidak akan membiarkan racun yang saya baca dan lihat memengaruhi cara saya mencintai,” tegas Smith. Sejak pindah dari Inggris ke New York, Smith mengaku menikmati kebebasan menjadi dirinya sendiri di kota yang penuh keberagaman.
“Bagi saya, ada hal yang radikal menjadi queer di masa ini, di dunia ini, dan menyanyikan lagu-lagu cinta.” — Sam Smith
Meski telah lama bercita-cita menjadi bintang pop, Smith mengaku masih berjuang melawan demam panggung. “Bernyanyi adalah hal yang sangat personal,” katanya. Cara mereka mengatasi kecemasan adalah dengan merenungkan luasnya alam semesta, mengingatkan diri sendiri betapa kecilnya panggung yang mereka tempati.
Dalam wawancara terpisah dengan BBC, Smith juga mengungkapkan sisi maternal yang mulai tumbuh dalam dirinya. Lagu terbaru mereka, “Oh Mother”, mengeksplorasi kemarahan dan perlindungan seorang ibu. “Seiring bertambahnya usia, saya merasa semakin maternal dan benar-benar lapar untuk suatu hari memiliki anak sendiri,” ungkap Smith.
Konteks Indonesia: Berita pertunangan Sam Smith menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar musik Indonesia, terutama komunitas queer yang kerap mencari representasi di panggung global. Meskipun Indonesia belum mengakui pernikahan sesama jenis, kisah Smith dan Cowan menjadi simbol bahwa cinta dan kebahagiaan dapat dirayakan di mana pun, meski harus menghadapi tantangan sosial.
Ke depan, publik menanti apakah Smith akan menggelar pernikahan megah atau justru memanfaatkan momen ini untuk kampanye kesetaraan yang lebih luas. Album Hazel Eyes dijadwalkan rilis dalam waktu dekat, dan para penggemar berharap turnya dapat menjangkau Asia Tenggara.



