Wakapolri: KBPP Polri Harus Jadi Motor SDM Unggul di Era AI dan Siber
Baca dalam 60 detik
- Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengukuhkan pengurus KBPP Polri dengan mandat utama mencetak generasi muda yang adaptif terhadap AI dan keamanan siber.
- Bonus demografi Indonesia dinilai sebagai peluang yang harus diisi dengan literasi digital, karakter kebangsaan, dan jiwa kewirausahaan.
- Organisasi akan memperkuat pendataan anggota dan sinergi dengan satuan Polri untuk memperluas program pemberdayaan masyarakat.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo secara resmi meminta Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri menjadi garda depan dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi disrupsi kecerdasan buatan (AI), ancaman keamanan siber, dan derasnya arus informasi digital. Arahan itu disampaikan saat pengukuhan Pengurus Pimpinan Pusat KBPP Polri Masa Bakti 2026–2031 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Rabu (18/6).
Menurut Dedi, organisasi yang menaungi putra-putri anggota Polri itu memiliki posisi strategis untuk membangun karakter generasi muda, memperkuat literasi digital, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan. “Perkembangan geopolitik dan transformasi digital berjalan sangat cepat. Kemajuan AI dan ancaman siber menuntut sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berkarakter kebangsaan,” ujar Dedi dalam keterangan resmi yang diterima LyndHub.
Indonesia saat ini tengah menikmati bonus demografi dengan dominasi penduduk usia produktif. Wakapolri menegaskan momentum itu tidak boleh disia-siakan. Generasi muda harus dibekali penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, integritas, serta kepedulian sosial agar mampu bersaing di tingkat global sekaligus menjaga keutuhan bangsa. “Visi KBPP Polri sebagai organisasi yang berintegritas, profesional, modern, dan berlandaskan nilai-nilai Bhayangkara harus diwujudkan melalui kerja nyata,” tambahnya.
Ketua Umum KBPP Polri AH Bimo Suryono merespons arahan tersebut dengan menekankan langkah konkret organisasi ke depan. Ia menyebut pihaknya akan memperkuat pendataan anggota dan konsolidasi hingga tingkat daerah agar program berjalan lebih efektif. “Kami juga berkomitmen meningkatkan sinergi dengan berbagai satuan kerja Polri dan pemangku kepentingan untuk memperluas program pemberdayaan masyarakat,” ujar Bimo.
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Tito Ambyo, menilai langkah KBPP Polri sejalan dengan kebutuhan Indonesia akan sumber daya manusia yang melek teknologi. “Bonus demografi hanya akan menjadi bencana jika tidak diimbangi dengan kualitas. Organisasi seperti KBPP Polri bisa menjadi katalis percepatan literasi digital di kalangan keluarga besar Polri dan masyarakat luas,” katanya. Namun, Tito mengingatkan agar program tidak hanya bersifat seremonial.
Ke depan, KBPP Polri dihadapkan pada tantangan bagaimana mentransformasikan arahan menjadi aksi nyata yang terukur. Dengan masa bakti lima tahun ke depan, publik akan menanti apakah organisasi ini mampu mencetak generasi yang tidak hanya tangguh secara teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kebangsaan yang kokoh.



