Gagal Menyerahkan Secara Sukarela, Andrew Mountbatten-Windsor Akan Dicabut Paksa Gelar Kehormatan City of London
Baca dalam 60 detik
- Andrew Mountbatten-Windsor akan kehilangan status 'Freeman of the City of London' secara paksa setelah mengabaikan permintaan untuk menyerahkannya secara sukarela.
- City of London Corporation tengah merancang mekanisme hukum baru untuk mencabut gelar tersebut, karena aturan yang ada belum mengakomodasi pencabutan.
- Langkah ini melanjutkan serangkaian sanksi simbolis yang diterima Andrew sejak skandal Epstein, semakin memperkuat isolasi publiknya.

Andrew Mountbatten-Windsor, mantan pangeran yang namanya terus terjerat dalam skandal Jeffrey Epstein, akan secara resmi kehilangan gelar kehormatan 'Freedom of the City of London' setelah menolak mengembalikannya secara sukarela. City of London Corporation, otoritas yang mengelola kawasan keuangan London, kini mengembangkan prosedur hukum untuk mencabut hak istimewa tersebut secara paksa.
Gelar yang diterima Andrew pada 2012 melalui jalur warisan dari ayahnya, Pangeran Philip, sejatinya merupakan simbol kehormatan yang telah ada sejak abad ke-13. Namun, hubungan erat Andrew dengan Epstein—seorang terpidana pedofil yang meninggal di penjara—membuat reputasinya runtuh. Pada April lalu, korporasi mengirimkan surat resmi meminta Andrew mengembalikan gelar tersebut, tetapi tidak ada tanggapan hingga batas waktu yang ditentukan.
Menurut juru bicara City of London Corporation, langkah ini diambil sebagai bentuk solidaritas terhadap para korban Epstein. “Kami memahami keinginan publik agar masalah ini segera diselesaikan. Jalur tercepat adalah dengan menciptakan proses internal yang sah, bukan melalui undang-undang parlemen,” ujarnya kepada Daily Telegraph. Jika anggota dewan menyetujui mekanisme baru tersebut, maka pencabutan gelar Andrew akan segera diputuskan.
Pada Mei lalu, pengadilan Common Council telah mengeluarkan mosi kecaman resmi, menyatakan “kekecewaan mendalam” karena Andrew tidak menyerahkan gelarnya. Dalam mosi tersebut, dewan menilai hubungan Andrew dengan Epstein “sama sekali tidak dapat diterima dan tidak konsisten” dengan statusnya sebagai freeman. Meskipun Andrew membantah semua tuduhan dan belum pernah didakwa secara pidana, dampak sosialnya terus meluas. Setahun sebelumnya, ia juga telah kehilangan gelar kehormatan serupa dari City of York.
Langkah ini menambah daftar panjang sanksi simbolis yang dijatuhkan kepada Andrew. Di Indonesia, pengamat kerajaan menilai bahwa keputusan ini menunjukkan bagaimana institusi publik di Barat bisa bergerak tegas terhadap tokoh kontroversial, meskipun proses hukum formal belum tuntas. Namun, pertanyaan besarnya kini: apakah gelar lain yang masih melekat pada Andrew akan ikut dicabut? Publik internasional terus mengawasi, menanti apakah isolasi ini akan berujung pada tuntutan pidana yang lebih konkret.



