Rekonsiliasi Hotman-PWI hingga Latihan Bom: Dinamika Politik 28 Juli
Baca dalam 60 detik
- Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco memfasilitasi pertemuan antara pengacara Hotman Paris dan Ketua Umum PWI Akhmad Munir untuk menjaga persatuan organisasi.
- Wamendagri Bima Arya menginstruksikan kepala daerah agar tidak melakukan PHK terhadap pegawai PPPK yang kesulitan dibayar, melainkan berkoordinasi dengan pusat.
- TNI AU mengirim tujuh personel ke Guam mengikuti latihan penjinakan bom bersama US PACAF guna memperkuat kapasitas antiteror.

Sejumlah peristiwa politik mewarnai Senin, 28 Juli, mulai dari upaya rekonsiliasi di internal organisasi pers hingga penguatan kemampuan pertahanan di tingkat internasional. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco mempertemukan pengacara Hotman Paris Hutapea dengan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Akhmad Munir dalam sebuah jamuan makan siang di Jakarta, yang diunggah di media sosial sebagai simbol persatuan. Langkah ini dinilai sebagai upaya meredakan ketegangan di tubuh organisasi wartawan yang sempat memanas belakangan ini.
Di sisi lain, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengingatkan kepala daerah yang mengalami kesulitan membayar gaji pegawai PPPK untuk tidak mengambil langkah drastis berupa pemecatan. Ia meminta agar kapasitas fiskal daerah dipetakan terlebih dahulu, dan jika diperlukan, daerah dapat berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi bersama. "Tentu kami meminta agar kepala daerah tidak terlalu mudah melakukan langkah-langkah drastis seperti pemecatan dan pemberhentian," kata Bima Arya di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Sementara itu, TNI AU mengirimkan tujuh personel untuk mengikuti latihan penjinakan bom di Andersen Air Force Base, Guam, Amerika Serikat. Latihan yang diselenggarakan oleh US Pacific Air Forces pada 20-24 Juli ini bertujuan meningkatkan kemampuan personel dalam menangani berbagai jenis bahan peledak, terutama dalam konteks aksi teror. Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas tempur dan antiteror.
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri juga menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri Kamboja Hun Many di kediamannya, Menteng. Dalam pertemuan tersebut, Hun Many mengapresiasi ideologi Pancasila dan menyatakan ketertarikannya untuk mempelajari bagaimana ideologi ini dipertahankan dan diterapkan di Indonesia. Kunjungan ini menandai penguatan hubungan diplomatik antara kedua negara, khususnya dalam pertukaran nilai-nilai kebangsaan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menyampaikan bahwa maraknya acara internasional yang digelar di Indonesia sepanjang Agustus 2026 membuktikan negara ini aman dan dipercaya dunia. "Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa Indonesia merupakan negara yang aman, nyaman, dan siap menjadi destinasi penyelenggaraan event internasional," ujarnya. Hal ini diharapkan berdampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian nasional.
Ke depan, publik masih menanti bagaimana kelanjutan rekonsiliasi di internal PWI dan dampaknya terhadap soliditas organisasi. Di sisi lain, kemampuan penjinakan bom yang diperkuat melalui latihan di Guam diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan TNI AU dalam menghadapi ancaman teror. Sementara itu, kebijakan Wamendagri soal PHK PPPK akan menjadi ujian bagi daerah dalam mengelola anggaran tanpa mengorbankan tenaga kerja.



