Prabowo Targetkan Lulusan IPDN sebagai Penggerak Birokrasi Menuju Indonesia Ekonomi Keempat Dunia
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto menempatkan pamong praja muda IPDN angkatan ke-33 sebagai motor utama birokrasi dalam mewujudkan target Indonesia menjadi kekuatan ekonomi keempat global pada 2050.
- Prabowo menekankan bahwa rencana besar pembangunan akan gagal tanpa eksekusi sungguh-sungguh oleh birokrat di lapangan, mengingatkan para lulusan akan tanggung jawab krusial mereka.
- Para aparatur muda diminta mengedepankan nilai Pancasila, kerendahan hati, dan prioritas kepentingan rakyat kecil dalam setiap tugas pelayanan publik.

Presiden Prabowo Subianto memproyeksikan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai ujung tombak birokrasi yang akan mengantarkan Indonesia menjadi kekuatan ekonomi keempat dunia pada pertengahan abad ini. Dalam pelantikan pamong praja muda angkatan ke-33 di Jatinangor, Sumedang, Rabu, Kepala Negara menegaskan bahwa peran mereka akan menentukan keberhasilan visi besar bangsa.
Para pakar global, menurut Prabowo, sepakat bahwa dalam 25 tahun mendatang perekonomian Indonesia akan melampaui negara-negara seperti Prancis, Jerman, dan Inggris. Namun, potensi itu hanya akan terwujud jika didukung oleh birokrasi yang kompeten dan berintegritas. "Dua puluh lima tahun yang akan datang saudara-saudara yang akan menjalankan pemerintahan yang sebenarnya," ujar Presiden di hadapan ribuan pamong praja yang baru dilantik.
Prabowo mengingatkan bahwa gagasan besar dan kebijakan terbaik sekalipun dapat kandas apabila tidak dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh aparatur di lapangan. Ia menyebut para lulusan IPDN sebagai "penggerak birokrasi pemerintahan, penentu keberhasilan pembangunan di lapangan". Oleh karena itu, pemerintah saat ini terus bekerja keras membuka jalan dan menyiapkan kader penerus yang akan menjaga keutuhan Republik Indonesia.
Dalam amanatnya, Prabowo juga berpesan agar para aparatur muda senantiasa memegang teguh nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Ia meminta mereka bekerja dengan rendah hati, tidak sombong, serta mengutamakan kepentingan rakyat kecil di atas kepentingan pribadi maupun golongan. "Saudara adalah penggerak birokrasi pemerintahan, penentu keberhasilan pembangunan di lapangan," tegasnya menekankan kembali.
Indonesia, dengan jumlah penduduk terbesar keempat dunia dan wilayah yang luas, memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Namun, Presiden menggarisbawahi bahwa semua potensi itu membutuhkan tata kelola yang baik dari birokrat yang berdedikasi. Pemerintah saat ini, katanya, terus mempersiapkan kader pamong praja sebagai penerus estafet kepemimpinan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas.
Ke depan, pertanyaan besar yang mengemuka adalah apakah para pamong praja muda ini mampu membuktikan diri sebagai birokrat yang bersih, efektif, dan inovatif di tengah tantangan korupsi serta inefisiensi yang masih mengakar. Jawaban atas pertanyaan itu akan menjadi tolok ukur sejauh mana Indonesia mampu merealisasikan ambisinya menjadi raksasa ekonomi global pada 2050.



