Sinergi Kementan dan BGN Diperkuat, Petani Jadi Pemasok Utama Program Makan Bergizi Gratis
Baca dalam 60 detik
- Mentan Amran dan Kepala BGN Sudaryono memperkuat kerja sama penyerapan hasil tani untuk program MBG, yang diharapkan menjadi pasar tetap bagi petani.
- Langkah ini merupakan tindak lanjut dari prioritas Presiden Prabowo untuk meningkatkan gizi anak sekaligus menstabilkan harga komoditas pertanian.
- Kepergian Sudaryono ke BGN membuka peluang regenerasi di Kementan, dengan harapan pengganti yang setara kapasitasnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono sepakat memperkuat kolaborasi penyerapan hasil pertanian untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah langkah yang diyakini akan meningkatkan kesejahteraan petani nasional.
Program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto tidak hanya menyasar perbaikan gizi anak sekolah, tetapi juga dirancang sebagai offtaker utama komoditas pertanian dalam negeri. Dengan sinergi ini, Kementan memastikan pasokan pangan untuk MBG berasal dari petani lokal, sekaligus membuka pasar yang lebih luas dan stabil bagi hasil bumi Indonesia.
โKolaborasi menjadi kunci keberhasilan program MBG sekaligus memperkuat penyerapan hasil pertanian nasional demi meningkatkan kesejahteraan petani,โ ujar Amran dalam acara pelepasan Sudaryono di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Selasa (28/7) malam. Menurutnya, pengalaman Sudaryono sebagai mantan Wakil Menteri Pertanian menjadi bekal berharga untuk menjalankan amanah baru ini.
Di sisi lain, peralihan Sudaryono ke BGN meninggalkan kekosongan di posisi wakil menteri. Amran mengakui kehilangan sosok yang dinilai pekerja keras, cerdas, dan energik, namun ia ikhlas demi kepentingan negara. โBeliau adalah putra terbaik bangsaโฆ tapi demi masa depan beliau, ini promosi dan tugas besar,โ tambahnya. Terkait pengganti, Amran menyerahkan sepenuhnya kepada hak prerogatif presiden, meski berharap figur yang setara.
Sudaryono sendiri optimistis sinergi kedua lembaga akan semakin erat. Ia menegaskan amanah barunya tidak akan memutus kerja sama yang sudah terjalin. โSaya siap menjadi berlian berikutnya dan mencetak lebih banyak berlian, agar tidak ada petani yang susah dan tidak ada anak-anak yang kekurangan gizi,โ katanya. Filosofi kepemimpinannya sebagai anak buah yang loyal disebutnya akan diterapkan untuk menyukseskan MBG.
Bagi Indonesia, langkah ini memiliki implikasi strategis. Dengan MBG yang berpotensi menyerap jutaan ton produk pertanian per tahun, petani tak lagi bergantung sepenuhnya pada fluktuasi pasar. Namun, tantangan distribusi dan konsistensi pasokan masih harus diantisipasi. Ke depan, pertanyaan besarnya adalah seberapa cepat BGN dapat mengintegrasikan kebutuhan gizi dengan ketersediaan komoditas lokal, serta siapa figur yang akan mengisi kursi Wakil Menteri Pertanian untuk melanjutkan momentum swasembada pangan.



