Korban Gempa Kumamoto Capai 13 Jiwa, Ratusan Terjebak di Mal Roboh
Baca dalam 60 detik
- Gempa bermagnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto pada Selasa (28/7) telah merenggut 13 jiwa, dengan puluhan lainnya masih tertimbun di reruntuhan mal Aeon.
- Pemerintah Jepang langsung membentuk satuan tugas darurat di bawah kantor perdana menteri, sementara peringatan tsunami dikeluarkan untuk dua teluk di wilayah Kyushu.
- Bencana ini kembali mengingatkan Indonesia, yang berada di kawasan cincin api pasifik, akan pentingnya standar bangunan tahan gempa dan kesiapsiagaan masyarakat.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat di Pulau Kyushu, Prefektur Kumamoto, telah mencapai 13 orang pada Rabu pagi, sementara puluhan lainnya masih tertimbun reruntuhan sebuah pusat perbelanjaan yang ambruk.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,1 yang melanda kawasan barat daya Jepang pada Selasa (28/7) pukul 16.00 waktu setempat, diikuti gempa susulan bermagnitudo 6,1, memicu kepanikan massal. Peringatan tsunami segera dikeluarkan untuk Teluk Ariake dan Teluk Yatsushiro, dua kawasan pesisir yang rawan gelombang tinggi. Pemerintah Jepang langsung mengaktifkan satuan tugas darurat di bawah kendali langsung kantor perdana menteri untuk mempercepat evakuasi dan penyelamatan.
Fokus utama regu penyelamat saat ini adalah Mal Aeon di Kota Kumamoto, di mana lantai dua bangunan runtuh total akibat guncangan. Rekaman udara dari NHK menunjukkan kerangka besi yang menyembul di antara puing-puing, dengan sebagian atap ambles meninggalkan lubang besar. Dinas pemadam kebakaran menerima laporan ledakan disertai asap putih yang membumbung dari gedung tersebut, menambah kompleksitas operasi. Sekitar 200 orang berhasil melarikan diri ke lapangan parkir, namun puluhan lainnya belum ditemukan hingga Rabu pagi.
Dalam konferensi pers, Takaichi menegaskan pihak berwenang akan mengerahkan seluruh sumber daya untuk mengevakuasi korban dan memulihkan infrastruktur vital. โKami akan mengambil semua langkah yang diperlukan,โ ujarnya, seraya menyebutkan bahwa tim penyelamat dari berbagai daerah telah dikerahkan. Gempa ini juga merusak jalan, jaringan listrik, dan pasokan air bersih di sejumlah kecamatan, memperlambat akses ke lokasi terdampak.
Bagi Indonesia, bencana di Kumamoto menjadi pengingat getir akan ancaman seismik yang sama. Sebagai sesama negara yang berada di Lingkar Pasifik, Indonesia memiliki risiko gempa besar yang hampir identik. Ahli kebencanaan dari Universitas Gadjah Mada, yang tidak disebutkan namanya, menilai bahwa kegagalan struktur bangunan seperti yang terjadi di Mal Aeon harus menjadi pelajaran bagi pengembang properti di Indonesia untuk memperketat pengawasan konstruksi tahan gempa. โStandar bangunan di Jepang sebenarnya sudah tinggi, tetapi mal ini tetap runtuh. Artinya, gempa kali ini luar biasa kuat,โ kata analis tersebut.
Ke depan, Jepang diperkirakan akan mempercepat audit keselamatan bangunan publik, terutama pusat perbelanjaan dan sekolah. Sementara bagi Indonesia, momentum ini diharapkan mendorong revisi regulasi bangunan di daerah rawan gempa seperti Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Sulawesi Utara. Pertanyaan besarnya: apakah kesiapsiagaan Indonesia sudah cukup untuk menghadapi gempa berskala serupa?



